Kontroversi Nasi Bungkus

Komentar Fadli Zon Soal Donasi 'Nasi Anjing' di Tanjung Priok yang Diganti Nama Jadi Nasi Semut

Komentar Fadli Zon soal nama 'Nasi Anjing' yang awalnya bentuk ajakan kepada masyarakat untuk sama-sama berjuang selama pandemi Covid-19 ini.

Istimewa
Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara menerima bantuan makanan siap santap yang berlogo kepala anjing disertai tulisan Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting. 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Viral di aplikasi pesan sebuah video ibu-ibu memperlihatkan nasi bungkus kertas cokelat berlogo kepala anjing.

Di atas bungkus kertas cokelat itu tertulis, 'Nasi Anjing, Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon angkat bicara terkait hal tersebut.

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyayangkan penamaan nasi anjing itu.

"Mungkin niatnya baik mau membantu. Tapi menamakan bantuan dengan nasi anjing sangat tidak sensitif," kata Fadli Zon dalam akun Twitter-nya, @fadlizon, Senin (27/4/2020).

Fadli Zon menegaskan bahwa anjing diharamkan oleh umat Islam.

Apalagi pembagian nasi anjing itu juga dilakukan pada saat bulan Ramadan.

"Apakah ini bercanda atau sengaja? Alasan apapun sulit diterima dengan istilah nasi anjing itu," tegas Fadli Zon.

Asal muasal nasi anjing

Biantoro Setijo, pemilik sekaligus pendiri Yayasan Qahal menjelaskan alasannya menamakan "Nasi Anjing" untuk makanan yang dibagikan kepada warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Menurutnya pemberian nama "Nasi Anjing" itu mengacu pada makanan "Nasi Kucing" terkait porsi dalam makana tersebut.

"Kami anggap nasi kucing kan udah terkenal, nasi kucing kan porsinya sedikit makanya kami jelaskan untuk nasi anjing karena sedikit lebih banyak dari nasi kucing, tapi tidak bisa membuat kenyang hanya membuat bertahan hidup," kata Biantoro usai menggelar pertemuan dengan perwakilan warga Warakas di Mapolres Metro Jakarta Utara, Minggu (26/4/2020).

Selain itu, Biantoro bermaksud memberikan nama "Nasi Anjing" sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat untuk sama-sama berjuang selama pandemi Covid-19 ini.

"Motto kami adalah Jakarta harus tahan banting, enggak boleh kalah sama virus corona," kata Biantoro.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved