Ramadan 2020

Merasa Lemas? Ini Yang Terjadi Pada Tubuh Kita Ketika Berpuasa

Tidak makan dan tidak minum sejak matahari terbit hingga terbenam saat berpuasa, kadang membuat tubuh terasa lemas.

Editor: Muji Lestari
HUFFINGTON POST/ASIAVISION VIA GETTY IMAGES
Ilustrasi sakit pinggang disertai nyeri kaki 

TRIBUNJAKARTA.COM - Tidak makan dan tidak minum sejak matahari terbit hingga terbenam saat berpuasa, kadang membuat tubuh terasa lemas.

Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh sehingga tubuh orang yang berpuasa cenderung merasa lemas?

Dokter ahli gizi dan magister ilmu filsafat, Dr dr Tan Shot Yen, M.Hum, mengungkap bahwa kegiatan berpuasa yang membuat individu tersebut merasa tubuhnya lemas adalah puasa yang sifatnya hanya fisik saja.

Benarkah Puasa Ramadan Bisa Tingkatkan Imunitas untuk Cegah Covid-19? Ini Penjelasannya

"Kalau cuma puasa fisik, ya lemas," kata Tan kepada Kompas.com, Kamis (23/4/2020).

Tan menjelaskan, puasa fisik yang dimaksudkan adalah orang yang berpuasa tetapi hawa nafsunya terhadap makanan masih terus berjalan.

Orang yang berpuasa secara fisiknya saja cenderung selalu memikirkan menu atau daftar makanan yang akan dilahapnya untuk berbuka puasa.

Menurut Tan, inilah yang menjadi sumber keserakahan hawa nafsu itu muncul, dan melepaskan atau muncul hormon-hormon pemenuhan kenikmatan jasmani seperti dipamin dan serotonin menjadi semakin banyak.

"Kalau cuma sekadar puasa fisik, ya akhirnya cuma nahan-nahan lapar aja. Jadi di kepala yang muter-muter cuma daftar makanan," ujar dia.

Untuk diketahui, hormon dopamin adalah hormon yang mendorong keinginan atau kepuasan secara jasmani bisa terpenuhi.

Dalam kondisi berpuasa, ketika terlalu banyak memikirkan daftar menu makanan atau minuman sepanjang hari berpuasa, hal itu akan membuat tubuh merasa lemas karena pikirannya terkuras, tetapi sulit terpenuhi nafsunya.

Ada siklus yang disebut oleh Tan sebagai siklus "lingkaran sesat".

Ini Bacaan Tahiyat yang Paling Ringkas untuk Dilafalkan Saat Tarawih

Hal-hal yang terkait di dalam lingkaran siklus ini adalah sebagai berikut:

  • Stimulasi dopamin berlebihan
  • Merasakan cepat lapar, ingin makan lagi
  • Tubuh mengalami kegemukan dan semakin tinggi risiko kanker, penyakit jantung pembuluh darah, infeksi, gangguan cerna, perpendekan telomer
  • Membuat malas bergerak, berdampak pada gangguan suasana hati, gangguan hormonal
  • Konsumsi makanan tinggi kalori, rendah serat, dan cepat dicerna jadi gula

"Dopamin adalah hormon kepuasan. Hobinya teriak-teriak minta dipuaskan. Kebayang jika dimanjain (membayangkan makanan terus selama berpuasa)," tuturnya.

Niat Salat Tarawih di Rumah Lengkap, Bisa Dilakukan Sendiri Atau Berjamaah Bersama Keluarga

Lingkaran sehat puasa 

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved