Antisipasi Virus Corona di DKI

Cerita Pemulung di GOR Tanah Abang Saat PSBB: Dijaring Saat Tidur di Gerobak

Sudah semalam, Rudi (34) dan Wulandari (22) menginap di Gelanggang Olahraga dan Remaja (GOR) Tanah Abang, Jakarta Pusat.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Rudi (baju merah) dan Wulandari duduk di tempat tidur lipat masing-masing di GOR Tanah Abang usai dijaring petugas pada Rabu (29/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Sudah semalam, Rudi (34) dan Wulandari (22) menginap di Gelanggang Olahraga dan Remaja (GOR) Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pasangan suami istri itu terjaring petugas Satpol PP saat patroli wilayah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta

Kala itu, sekitar pukul 22.00 Selasa (28/4/2020), Rudi bersama Wulandari sedang beristirahat di samping gerobaknya di Kawasan Karet Tengsin, Tanah Abang.

Namun, tiba-tiba mobil dinas sosial datang menepi.

Bersama sejumlah Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di dalam mobil, Rudi dan Wulandari dibawa menuju ke GOR Tanah Abang.

Gerobaknya, yang berisi sembako pemberian orang di jalan turut dibawa.

"Gerobak saya yang berisi banyak sembako dibawa. Udah bilang (petugasnya) katanya mau dibalikin lagi," ungkap Rudi kepada TribunJakarta.com di GOR Tanah Abang pada Rabu (29/4/2020).

Rizki (baju hijau) tertidur di samping plastik merah berisi pakaiannya di GOR Tanah Abang pada Rabu (29/4/2020).
Rizki (baju hijau) tertidur di samping plastik merah berisi pakaiannya di GOR Tanah Abang pada Rabu (29/4/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Pria asal Indramayu, Jawa Tengah itu tak memiliki KTP saat petugas menanyakan identitasnya. Rudi hanya menunjukkan buku nikah.

Mereka berdua yang mengaku sebagai pemulung itu diberikan fasilitas oleh pemerintah untuk beristirahat di GOR tersebut demi memutus rantai penyebaran Covid-19.

Selama bulan suci Ramadan, Rudi dan Wulandari mengharapkan derma kepada pengendara yang melintas di jalan.

Uluran tangan dari pengendara yang melintas bisa berupa sembako atau uang tunai.

Mereka pun mengaku tidur di jalanan lantaran tak sanggup membayar uang kontrakan sebesar Rp 400 ribu per bulan.

Suasana tempat yang dihuni para PMKS di GOR Tanah Abang pada Rabu (29/4/2020).
Suasana tempat yang dihuni para PMKS di GOR Tanah Abang pada Rabu (29/4/2020). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Anak mereka berusia satu tahun dititipkan di rumah orangtua Wulandari di Bogor selama mereka memulung.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved