Kisah Pasangan Suami Istri Muda di GOR Pasar Minggu: Terpaksa Mengamen Usai di-PHK

Perempuan asal Margasari, Tegal, Jawa Tengah, tersebut bersama suaminya, Muhammad Iqbal (28) dibawa Petugas Satpol PP

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Any dan Iqbal saat hendak menghubungi Ifan, saudaranya untuk minta dijemput pada Kamis (30/4/2020). 

Any mengaku baru pertama kali turun ke jalan untuk mengamen. Sementara suaminya, sudah pernah mengamen sebelumnya.

Iqbal meminta izin kepada "penguasa" wilayah sana agar dibolehkan untuk mengamen. Dalam sehari, penghasilan dari mengamen tak menentu.

Selain mengamen, Any juga menjual asesoris perempuan yang diberikan sebagai modal oleh saudaranya di Kota Tua, Jakarta Barat.

"Gelang-gelang asesoris perempuan dari saudara dikasih buat dijual. Sodara kan awalnya jualan asesoris kayak begini di Kota Tua, sekarang keadaan sepi dia tutup. Saya dikasih asesoris buat dijual," terangnya.

Di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO), gelang-gelang itu dijajakannya. Pasangan suami istri yang kurang lebih sudah setahun menikah juga seringkali bermalam di Jembatan itu atau di emperan toko.

Keberadaan mereka di jalan akhirnya terendus petugas Satpol PP.

Petugas lalu mengamankan mereka yang tengah duduk di kawasan Blok M lantaran dianggap mengganggu kenyamanan lingkungan.

Any sebenarnya tak ingin berlama-lama tinggal di Jakarta. Ia ingin lekas kembali pulang kampung ke Tegal, Jawa Tengah.

Namun, di masa PSBB ini, ia dan Iqbal terpaksa harus tinggal untuk sementara waktu.

Isi Bansos Dianggap Sedikit dan Sering Molor, Ketua Fraksi PDIP DKI: Warga Kecewa Dua Kali

Pria Bersimbah Darah Ditemukan Terkapar di Pulogadung, Terdapat Luka di Punggung, Kondisinya Sekarat

Berharap Dijemput Keluarga

Bersama Any, saya menemui Iqbal di ruangan khusus pria tak jauh dari ruang perempuan.

Any ingin menghubungi saudaranya untuk datang menjemput mereka.

Di tempat penampungan, pmks yang terjaring dapat segera pulang bila ada kerabat atau saudara yang datang.

"Saya kan ketangkep Satpol PP di Blok M, bisa jemput enggak? Kalau enggak ada yang jemput ke sini, saya enggak bisa keluar dari sini," ucap Any melalui sambungan telepon kepada Ifan, saudaranya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved