Breaking News:

Ribut Sembako Berujung Tersangka

Polisi Akan Gelar Perkara Putuskan Kelanjutan Kasus Perkelahian Warga Terkait Sembako di Koja

Gelar perkara bakal kembali dilakukan karena kedua belah pihak yang bertikai sudah saling mencabut laporan

Istimewa
Viral wanita dipukuli sama ibu RT gara-gara minta jatah sembako di kawasan Koja, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Polisi akan melakukan gelar perkara untuk menentukan kelanjutan kasus perkelahian warga di RT 006/RW 008 Rawa Badak Utara yang diawali masalah pembagian sembako.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan, gelar perkara bakal kembali dilakukan karena kedua belah pihak yang bertikai sudah saling mencabut laporan.

"Kami akan gelar perkara untuk menentukan apakah kasus ini kita hentikan atau kita lanjutkan," kata Budhi di kantornya, Kamis (30/4/2020).

Adapun kedua pihak yang saling melaporkan atas dugaan kasus penganiayaan ialah Prita Aulia dan Nur Ayni. Prita ialah anak dari Ketua RT 006/RW 008 Rawa Badak Utara, Imas. Sementara Nur Ayni ialah warga yang sebelumnya meminta sembako ke Imas.

Keduanya saat ini masih berstatus tersangka setelah sebelumnya polisi menyelidiki masing-masing laporan yang diajukan.

Menurut Budhi, meski keduanya saat ini juga sudah berdamai, gelar perkara mesti dilakukan.

Surat pernyataan berdamai dan surat pencabutan laporan akan menjadi bahan pertimbangan polisi guna menentukan kelanjutan kasus ini.

"Kami sudah menerima dan kami akan proses lebih lanjut. Surat perdamaian tentunya akan menjadi pertimbangan kami," kata Budhi.

Adapun perkelahian antara Prita dan Nur Ayni terjadi pada Kamis (23/4/2020) sore.

Kasus ini diawali adanya percekcokan di media sosial antara Nur Ayni dengan Ketua RT, Imas terkait masalah pembagian sembako dari pemerintah di tengah PSBB.

Rapat Akbar Online saat May Day, Buruh Akan Bahas Omnibus Law dan Pandemi Covid-19

May Day di Tengah Pandemi, Ribuan Buruh Bakal Hadiri Rapat Akbar Online

Lewat Video Call, Lucinta Luna Diberitahu Telah Berstatus Tahanan Kejaksaan

"(Nur Ayni) menanyakan terkait nama yang bersangkutan tidak masuk daftar penerima bantuan. Disampaikan bahwa warga tersebut sudah lama tidak tinggal di situ. Walaupun KTP-nya di situ ibu RT menyarankan untuk pindah," papar Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto.

Setelah adanya percekcokan via media sosial, Nur Ayni pun mendatangi Imas dan berdebat soal pembagian sembako. Perdebatan sebenarnya sudah selesai, namun ada ucapan dari Nur Ayni yang membuat Prita tersinggung. Lantas, Prita dan Nur Ayni pun berkelahi hingga keduanya mengalami luka pada wajah.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved