Harga Eceran Masker Medis Turun

Curhat Pedagang Eceran: Penimbun Masker Selama Ini Distributor Besar

Sebagai pedagang eceran, Mansur yakin kenaikan harga masker disebabkan karena ulah para oknum penimbun.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Suasana Toko Obat Rizki di Jalan Mayor Oking Pasar Proyek Bekasi salah satu toko penjual masker eceran. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Harga masker medis selama selama ini melambung tinggi jauh dari harga normal, kondisi ini menurut sebagian pihak ulah dari para penimbun yang berusaha mencari untung besar di tengah pandemi Covid-19.

Mansur (62), merupakan pedagang masker eceran yang biasa berjualan di Toko Obat Rizki, Jalan Mayor Oking, Pasar Proyek Bekasi Timur, sangat merasakan dampak kenaikan harga masker medis.

Sebagai pedagang eceran, Mansur yakin kenaikan harga masker disebabkan karena ulah para oknum penimbun.

"Saya yakin ada permainan juga, harga mahal itu kata orang ada penimbun saya percaya karena emang pasti ada yang nimbun," kata Mansur.

Sebelum pandemi Covid-19, tokonya biasanya menerima stok barang masker medis dari distributor dengan jumlah cukup banyak.

Tapi ketik pandemi Covid-19 dan perminataan masker dari masyarakat meningkat, barang dari distributor justru berkurang.

"Distributor enggak mau ngirim, biasanya kita dapat jatah dua karton, paling (ketika mulai pandemi) kita dikasi lima box atau 10 box, sisanya mereka jual ke yang berani mahal, itu kan permainan," tegas dia.

Menurut dia, indikasi paling nampak adanya penimbunan ialah, ketika berkurangnya stok barang yang biasa dia terima.

Seharusnya, jika memang kebutuhan meningkat, distributor tidak mengurangi pengiriman barang di tokonya.

"Orang pada cari duit, inimah bukan langka tapi di pasaran kosong, produksikan jalan terus kemana barangnya," ucapnya.

Mansur menilai, pemerintah dalam hal ini penegak hukum kurang begitu tegas dalam menindak oknum pedagang besar yang mencoba menimbun masker.

"Karena tindakannya kurang, kalau emang terbukti tangkap, tangkap beneran proses, jangan pedagang kecil (eceran) yang dicugaikan nimbun," tegas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved