Breaking News:

Museum Macan Gelar Arisan Karya, Dukungan untuk Perupa Seni saat Pandemi Covid-19

Di program ini nantinya perupa partisipan akan membuat materi online berupa tips berkarya, tutorial, dan berbagai info kreatif.

https://www.instagram.com/museummacan/
Ilustrasi Museum MACAN 

TRIBUNJAKARTA.COM Museum Macan menginisiasi Arisan Karya, upaya penggalangan dana untuk membantu para pelaku seni di tengah krisis akibat pandemi covid-19.

Di program ini nantinya perupa partisipan akan membuat materi online berupa tips berkarya, tutorial, dan berbagai info kreatif untuk dibagi dengan publik.

Museum Macan mengaku telah menjangkau berbagai jejaringnya untuk melakukan panggilan terbuka untuk perupa dari seluruh Indonesia, memotivasi mereka untuk membuat karya dan berpartisipasi dalam Arisan Karya.

Perupa akan mengirimkan karya - dapat berupa lukisan, patung, karya cetak, atau foto.

Sementara itu, publik dapat memberi dukungan dengan membeli kupon bernomor seharga Rp1 juta.

Kupon ini kemudian akan dicocokkan dengan nomor karya seni dalam sesi "Ungkap Karya" lewat fitur Instagram Live di akun milik Museum Macan.

Pendukung akan mendapatkan satu karya untuk tiap kupon yang dibeli.

Arisan Karya ini akan diadakan dalam tiga ronde pada Mei, Juni, dan Juli.

Ronde pertama akan diadakan pada 20 - 28 Mei 2020. Namun, semua karya bersifat misterius hingga hari "Ungkap Karya." 

Daftar perupa yang ikut serta sendiri mencakup tokoh senior hingga bintang baru di dunia seni rupa Indonesia. Mereka di antaranya Melati Suryodarmo, Tisna Sanjaya, Saleh Husein, Agus Suwage, dan Ika Vantiani.

Perupa (atau badan sosial pilihan mereka) akan menerima 70 persen dari dana yang terkumpul. Dana lainnya akan dialokasikan untuk memfasilitasi perupa membagi ilmu dan pengalaman mereka dengan masyarakat lewat materi online.

Dalam program Koordinator Regional, manajer seni terpilih akan mendapatkan pelatihan dari tim Macan di antaranya dalam bidang pengembangan bisnis, penanganan seni dan komunikasi profesional.

"Kreativitas komunitas seni bisa dilihat di berbagai aspek dalam kehidupan bermasyarakat – mewujud dalam podcast, video dan postingan media sosial yang sudah kita konsumsi dalam sebulan terakhir. COVID-19 telah berdampak sunggguh besar terhadap perupa dan budaya kita."

"Kami harap bahwa Arisan Karya dapat menjadi titik awal yang mendorong lebih banyak aksi positif. Kami sungguh berharap bahwa gerakan ini tidak hanya memotivasi komunitas seni lokal, tetapi juga menjadi sumber kebahagiaan untuk penikmat seni yang sedang bekerja dan belajar dari rumah," tegas Aaron Seeto, Direktur Museum Macan

Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved