Breaking News:

Kasus Korupsi

Komisi III DPR Minta KPK Usut Tuntas Skandal Suap yang Jerat Kalapas Sukamiskin

Deddy ditahan seusai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas dan izin di Lapas Sukamiskin.

Tribunnews.com/Abdul Qodir
Gedung KPK 

TRIBUNEWS.COM, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI  Syarifuddin Sudding mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap tuntas keterlibatan sejumlah pihak dalam kasus yang menjerat mantan Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin, Bandung, Deddy Handoko.

Deddy ditahan seusai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas dan izin di Lapas Sukamiskin.

Menurutnya, penyelidikannya tidak hanya berhenti di Kalapas.

"Jadi siapa yang terlibat di dalamnya harus dimintai pertanggungjawaban hukum. Kalapasnya sudah, sekarang periksa Dirjennya, apakah ada indikasi keterlibatan?" kata Syarifuddin, saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (2/5/2020).

Menurutnya, penelusuran lebih jauh yang dilakukan KPK untuk mengetahui kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

Dia mencontohkan, nama mantan Dirjen PAS yang diduga pernah menerima suap tas mewah.

Dengan pengusutan menyeluruh yang dilakukan KPK, langkah itu diyakini bisa memperbaiki kondisi pemasyarakatan di Indonesia.

Pasalnya, dari dua kalapas yang menjadi korban nama mantan Dirjen PAS yang sebelumnya muncul bisa tiba-tiba hilang.

"Karena saya pikir, para petugas yang ada di lapas juga ikut bermain dengan napi agar mendapatkan PK (peninjauan kembali), bisa keluar masuk dan sebagainya. Itulah yang terjadi di Lapas Sukamiskin sehingga Kalapasnya ditangkap KPK," ungkapnya.

Menurutnya, KPK perlu melakukan investigasi ke dalam lembaga pemasyarakatan.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved