Covid-19 Hambat Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Pajak DKI Diprediksi Turun 50 Persen

Imbas pandemi Covid-19, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak diprediksi turun 50 persen.

Shutterstock via Kompas
Ilustrasi Pajak 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Imbas pandemi Covid-19, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak diprediksi turun 50 persen.

PAD yang semula diproyeksikan Rp 57,56 triliun menurun menjadi Rp 26,42 triliun atau sekitar 45,91 persen dari target awal.

Hal ini telah dilaporkan dan dibahas oleh Pemprov DKI bersama DPRD DKI Jakarta dalam rapat yang dihelat pada Selasa (5/5/2020) kemarin.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abudarrahman Suhaimi mengakui, dampak wabah Covid-19 mulai terasa di sektor perekonomian.

Terutama sejak Pemprov DKI memutuskan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang memaksa seluruh tempat hiburan dan sebagian perusahan tutup.

"Karena kan banyak sekali (pajak) yang enggak masuk. Misalnya, hotel dan hiburan. Pajak-pajak itu kan enggak masuk semua otomatis," ucapnya, Rabu (6/5/2020).

Politisi senior PKS ini menilai, satu-satu pemasukan dari sektor pajak yang bisa diterima 100 persen ialah pajak rokok.

"Yang tidak berkurang cuma pajak rokok, tapi yang lain-lainnya secara umum berkurang," ujarnya saat dikonfirmasi.

Secara keseluruhan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2020 memang diprediksi mengalami penurunan.

Halaman
123
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved