Breaking News:

Fakta & Penjelasan Observatorium Bosscha Soal Asteroid Apollo yang Mendekati Bumi, 8 Mei 2020

Asteroid bernama 2016 HP6 itu memang akan 'mendekati' Bumi, tapi ia tidak akan menabrak Bumi.

Istimewa/INSTAGRAM/@bosschaobservatory
Observatorium Bosscha membantah Asteroid Apollo yang mendekati Bumi pada 8 Mei/15 Ramadhan 1441 H akan menabrak Bumi. 

Asteroid ini memiliki jarak perpotongan orbit minimum sebesar 0,0053817 SA atau 805 ribu kilometer terhadap orbit Bumi.

Jarak ini jauh lebih kecil dari 0,05 SA atau 7,5 juta kilometer, tapi magnitudo absolutnya lebih besar daripada +22.

Dengan 'kriteria' ini, Andi Pangerang menegaskan, Asteroid 2016 HP6 tidak dapat dikategorikan sebagai obyek berpotensi bahaya bagi Bumi.

Sebenarnya, jatuhnya asteroid adalah proses alami yang terjadi terus-menerus.

Setiap harinya, material 80 hingga 100 ton asteroid jatuh ke Bumi dari luar angkasa dalam bentuk debu dan meteorit kecil (pecahan asteroid yang hancur di atmosfer Bumi).

Setidaknya dalam 20 tahun terakhir, sensor radar pemerintah AS telah mendeteksi hampir 600 asteroid berukuran sangat kecil (beberapa meter saja) yang memasuki atmosfer Bumi sehingga menciptakan bolide atau fireball/bola api.

Bolide adalah meteor yang sangat terang, terutama yang meledak di atmosfer.

Para ahli memperkirakan, benda jatuh alami yang besarnya sama dengan pecahan meteorit di Chelyabinsk terjadi sekali atau dua kali dalam 100 tahun.

Benda jatuh alami yang lebih besar diperkirakan sangat jarang terjadi (dalam skala ratusan hingga ribuan tahun).

Namun mengingat ketidaklengkapan katalog Objek Dekat Bumi saat ini, benda jatuh alami seperti meteorit Chelyabinsk dapat terjadi kapan saja.

(Tribunnews.com/Sri Juliati)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved