Imbas Stok Darah Menipis

Pandemi Covid-19 Bikin Stok Darah di DKI Menipis, Dari 1.700 Kantong Jadi Hanya 300 Kantong Per Hari

Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta kembali menginformasikan status darurat stok darah di Ibukota selama masa pandemi Covid-19.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Plt Ketua PMI DKI Jakarta H Muhammad Muas di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Palang Merah Indonesia ( PMI) DKI Jakarta kembali menginformasikan status darurat stok darah di Ibukota selama masa pandemi Covid-19.

Sejak adanya pandemi pada awal Maret lalu hingga belakangan ini, stok darah di DKI Jakarta terus menipis.

Plt Ketua PMI DKI Jakarta H. Muhammad Muas mengungkap, sebelum pandemi, PMI DKI Jakarta biasanya mendapatkan donor 1.700 stok kantong darah per hari.

Kini, selama masa pandemi, jumlahnya hanya 300 kantong per hari.

"Kita berada dalam kesulitan stok darah di DKI ini. Biasanya kita terima 1.700 kantong darah setiap hari, sekarang hanya mampu 300 kantong darah," kata Muas saat ditemui di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/5/2020).

Pemprov DKI Jakarta Sebut 80 Ribuan Warga Ikuti Rapid Test: 3.117 Positif Covid-19

Muas mengaku bersyukur apabila ada masyarakat yang masih bersedia mendonorkan darah mereka.

Seperti misalnya kemarin malam, di mana PMI DKI Jakarta mendapatkan bantuan 800 kantong darah dari masyarakat.

Bantuan darah dari para pendonor sangat diharapkan lantaran kenyataannya masih banyak pasien-pasien di rumah sakit yang membutuhkan darah.

"Karena Problemnya di DKI selain Covid-19 ada leukimia dan lain sebagainya yang membutuhkan darah," ucap Muas.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved