Breaking News:

Relaksasi Iuran BP Jamsostek, Perusahaan Dapat Dukungan Penghematan Pengeluaran Keuangan

Menurut Rudiyanto, dengan relaksasi iuran BP Jamsostek tersebut, harapan pemenuhan hak-hak karyawan tetap dapat terealisasi

KONTAN/CAROLUS AGUS WALUYO
BPJS Ketenagakerjaan 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pengamat ekonomi dan pasar modal, Rudiyanto menyambut baik rencana relaksasi iuran peserta BP Jamsostek sebesar 90 persen guna mendukung penanggulangan krisis pandemi wabah virus Covid-19.

"Yang pasti meringankan kesulitan sektor usaha. Sebab relaksasi iuran hingga 90 persen itu bukan jumlah yang sedikit bila dikalikan karyawannya yang terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek," ujar Rudiyanto, Rabu (6/5/2020).

Menurut Rudiyanto, dengan relaksasi iuran BP Jamsostek tersebut, harapan pemenuhan hak-hak karyawan tetap dapat terealisasi.

Perusahan memiliki simpanan keuangan tambahan dari relaksasi iuran BP Jamsostek.

"Kas perusahaan bisa terbantu. Artinya beban pengeluaran keuangan perusahaan tidak lebih banyak lagi keluar sebab ada dukungan penghematan dari iuran BP Jamsostek," kata Rudiyanto.

Kemenhub Izinkan Seluruh Moda Transportasi Beroperasi Kembali, Namun Hanya untuk Penumpang Tertentu

Sebelumnya, BP Jamsostek mendukung rencana pemerintah Indonesia yang bakal melakukan relaksasi iuran di program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP) hingga 90 persen guna membantu beban keuangan pelaku usaha saat masa sulit akibat dampak wabah virus Covid-19.

Direktur Utama BP Jamsostek Agus Susanto menyebutkan, iuran JKK dan JKM rencananya cukup dibayar pemberi kerja sebesar 10 persen setiap bulannya selama tiga bulan dan dapat diperpanjang tiga bulan lagi berdasarkan evaluasi.

Kemudian, iuran program JP rencananya dibayarkan sebesar 30 persen saja setiap bulannya selama tiga bulan. Sedangkan sisa 70 persen dapat ditunda pembayarannya sampai enam bulan berikutnya.

Kendati akan dilaksanakan relaksasi iuran BP Jamsostek mencapai 90 persen, Agus memastikan bahwa manfaat dari ketiga program tersebut tidak akan dikurangi ke peserta.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved