Kontroversi Nasi Bungkus

Kapolres Metro Jakarta Utara: Hasil Laboratorium Balai POM, Kandungan 'Nasi Anjing' 100 Persen Halal

Dari hasil pemeriksaan, dipastikan tidak ada kandungan bahan makanan yang haram dalam 'Nasi Anjing'.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto saat memberikan keterangan di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (8/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Polisi menerima hasil laboratorium dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan DKI Jakarta terkait kandungan dalam nasi berlabel 'Nasi Anjing' yang belakangan heboh setelah dibagikan kepada warga di Tanjung Priok.

Dari hasil pemeriksaan, dipastikan tidak ada kandungan bahan makanan yang haram dalam 'Nasi Anjing'.

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto pun memastikan bahwa kandungan 'Nasi Anjing' halal.

"Hasilnya kemarin kami sudah mendapatkan informasi. Hasil dari BPOM tersebut dalam kandungan makanan yang ditemukan tersebut tidak ada kandungan yang mengharamkan," kata Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat (8/5/2020).

"Jadi kita bisa menegaskan kalau makanan yang diberikan itu halal," ucap Budhi.

Hasil laboratorium diterima setelah petugas Balai POM melakukan pemeriksaan kandungan 'Nasi Anjing' selama 5 hari lebih.

Pengujian dilakukan terhadap salah satu barang bukti 'Nasi Anjing' yang disita polisi.

Adapun hasil laboratorium ini juga akan dijadikan pertimbangan polisi untuk menentukan kasus 'Nasi Anjing'.

"Tentu saja hasil dari pemeriksaan laboratorium ini akan kami tindaklanjuti. Akan kami proses lebih lanjut dan kami selanjutnya akan melakukan gelar perkara untuk menentukan terkait kasus ini sendiri," ucap Budhi.

Diberitakan sebelummya, viral di aplikasi pesan singkat sebuah video ibu-ibu memperlihatkan nasi bungkus kertas berlogo kepala anjing.

Di atas bungkus kertas itu tertulis: 'Nasi Anjing', Nasi Orang Kecil, Bersahabat dengan Nasi Kucing #Jakartatahanbanting.

Setelah viralnya video tersebut, warga RT 11 RW 12 Warakas bertemu dan mendengarkan klarifikasi dari Biantoro Setijo, pemilik sekaligus pendiri Yayasan Qahal selaku donatur 'Nasi Anjing' pada kemarin malam.

Dalam kesempatan tersebut, Biantoro menjelaskan penamaan 'Nasi Anjing' yang distempel di bungkus makanan yang dibagikannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved