Beroperasi Hampir 30 Tahun & Jadi Saksi Sejarah Kerusuhan Hingga Teror Bom, McD Sarinah Resmi Tutup

Penutupan dilalukan secara simbolis dengan menurunkan tirai penutup jendela di seluruh sudut gerai McD tersebut.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Sejumlah karyawan McD Sarinah tampak menutup tirai penutup jendela secara serempak sebagai tanda berhenti beroperasinya gerai tersebut, Minggu (10/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Setelah beroperasi hampir 30 tahun lamanya, gerai McDonalds yang berada di pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat resmi ditutup.

Penutupan dilalukan secara simbolis dengan menurunkan tirai penutup jendela di seluruh sudut gerai McD tersebut.

Acara ini sendiri disaksikan ratusan pelanggan setia McD yang telah memadati kawasan pusat perbelanjaan Sarinah sejak sore.

Tak berselang lama setelah seluruh jendela McD tertutup tirai, para karyawan McD langsung keluar menghampiri para pelanggan yang telah menunggu di luar.

Para pelanggan setia McD ini pun langsung menyambutnya dengan bertepuk tangan. Bahkan, beberapa di atara mereka ada yang menyalakan lilin.

"Terima kasih, terims kasih," teriak mereka sambil bertepuk tangan.

Penutupan McD Sarinah ini sendiri memang dilakukan secara spesial.

Sebab, gerai ini merupakan restoran pertama McD di Indonesia.

Gerai ini berdiri sejak Februari 1991 dan telah menjadi saksi sejarah sejumlah peristiwa penting di Jakarta, mulai dari kerusuhan hingga teror bom.

Sejumlah karyawan McD Sarinah tampak menutup tirai penutup jendela secara serempak sebagai tanda berhenti beroperasinya gerai tersebut, Minggu (10/5/2020).
Sejumlah karyawan McD Sarinah tampak menutup tirai penutup jendela secara serempak sebagai tanda berhenti beroperasinya gerai tersebut, Minggu (10/5/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)

Ya, seperti diketahui, McD Sarinah ini menjadi saksi bisu serangan teroris yang terjadi pada 14 Januari 2016 silam.

Dalam tragedi berdarah itu, setidaknya tiga orang Warga Negara Indonesia (WNI) dan satu Warga Negara Asing (WNA) tewas dalam aksi pengeboman dan penembakan tersebut.

Kengerian berlanjut di tanggal 22 Mei 2019, saat aksi demo yang dilakukan di depan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI berujung dengan kerusuhan.

Saat itu, McD Sarinah menjadi saksi bisu dimana tembakan gas air mata pasukan huru-hara Polri dibalas dengan lemparan batu oleh massa aksi.

Sejumlah pelanggan setia McD yang tampak menunggu prosesi penutupan McD Sarinah dari halaman parkir, Minggu (10/5/2020).
Sejumlah pelanggan setia McD yang tampak menunggu prosesi penutupan McD Sarinah dari halaman parkir, Minggu (10/5/2020). (TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved