Diduga Gangguan Jiwa, PMKS di Bekasi Kabur Jebol Tembok Rumah Singgah Dinas Sosial

Edi Riyanto mengatakan, kejadian kaburnya satu orang PMKS itu terjadi pada Jumat, (8/5/2020) malam.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
petugas saat menunjukkan tembok yang dijebol seorang PMKS untuk melarikan diri dari rumah singgah Dinas Sosial Kota Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MUSTIKAJAYA - Seorang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) bernama Madi (46), sempat menjebol tembok Rumah Singgah Dinas Sosial yang berada di Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial Dinas Sosial Kota Bekasi, Edi Riyanto mengatakan, kejadian kaburnya satu orang PMKS itu terjadi pada Jumat, (8/5/2020) malam.

"Kejadiannya malam, jadi yang bersangkutan menjebol tembok belakang yang mengitari bangunan gedung rumah singgah," kata Edi, Minggu, (10/5/2020).

Edi menjelaskan, PMKS bernama Madi itu awalnya tiba di rumah sainggah pada, Jumat siang usai diantar kepolisian Polres Metro Bekasi Kota.

"Diantarakan ke sini (rumah singgah) oleh polisi, dari informasi yang kita dapat dia diamankan di daerah Kranji setelah karena mengamuk," jelasnya.

Aksi mengamuknya Madi sebelum diamankan petugas diduga akibat dia mengalami gangguan jiwa, tetapi hal itu belum dapat dipastikan lantaran belum ada pemeriksaan oleh psikiater.

"Kalau diajak bicara masih nyambung, karena sempat kita minta keterangan asal dari mana segala macem," ujarnya.

Madi diketahui merupakan PMKS yang berasal daerah Prabumilih, Sumatera Selatan. Saat diamankan petugas, dia tidak mengantongi indentitas seperti KTP atau surat-surat kependudukan lain.

"Ditanya masih nyambung jadi kita belum bisa menyimpulkan apakah dia gangguan jiwa atau tidak," ujarnya.

Adapun petugas di rumah singgah baru mengetahui Madi kabur pada Sabtu, (9/5/2020) pagi. Dia berhasil menjebol tembok dan hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

"Kita tahunya pas pagi udah enggak ada di tempatnya, ketika diberi petugas lihat tembok belakang jebol," tuturnya.

Pihak pengelola rumah singgah kini telah menutup lubang pada tembok yang dijebol menggunakan besi tralis.

"Udah di benerin, di las dengan besi. Ya untuk sementara dulu antisipasi terlebih dahulu ya," ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved