Breaking News:

Ramadan 2020

Deretan Fakta Aktivitas Pasar Tanah Abang, Keluhan dan Siasat Pedagang Selama PSBB dan Ramadan 2020

Sejumlah pelaku usaha di pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, memanfaatkan jasa ojek online guna mengantarkan barang kepada pemesan.

TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Sejumlah karung berisi pakaian diantarkan ojek online dan pegawai toko pakaian, di sekitaran Blok B Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2020). 

Blok A Hingga Blok F Tutup

Sejumlah pertokoan tampak tutup di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2020) siang.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, gedung Blok A, Blok B, Blok F, dan Blok G tak beroperasi.

Pada masing-masing blok tersebut terdapat sejumlah sekuriti yang berjaga-jaga.

Sejumlah orang tampak hilir mudik sambil membawa karung berisi bahan pakaian.

Di antara mereka ada yang menggunakan kendaraan sepeda motor dan mobil.

Tak hanya itu, terdapat spanduk pengumuman tentang informasi penutupan pasar Tanah Abang, selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Pusat grosir Blok A, Blok B, Blok F, dan Blok G Tanah Abang tutup atau berhenti beroperasional sampai dengan adanya pengumuman atau status PSBB di Jakarta selesai," tulisan di spanduk tersebut.

Posko atau tenda cek poin yang ditempati anggota TNI, Polisi, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan pun berada di depan gedung Blok A Pasar Tanah Abang.

Mereka tampak mengatur arus lalu lintas dan mengamati pengendara yang tak mengenakan masker dan sarung tangan.

Sementara itu, pedagang masker, kopiah, dan pakaian, berjualan di atas trotoar sekitaran Pasar Tanah Abang.

Alasan Pedagang Pakaian Berjualan Saat PSBB

Sejumlah pedagang pakaian berjualan di sekitaran Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2020) siang.

Mereka berjualan tepatnya di dekat Gedung Blok F Pasar Tanah Abang.

Padahal, pemerintah sedang menerapkan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, aktivitas jual-beli pakaian berlangsung normal.

Kendati begitu, mayoritas pengunjung dan penjual pakaian menggunakan masker.

Beberapa di antaranya juga ada yang tak mengenakan masker.

Bahkan, ada yang mengenakan masker namun tak menutupi hidung dan mulutnya.

Satu di antara pedagang, Baba (nama samaran), menjelaskan alasan mengapa dirinya berjualan.

"Alasannya karena saya sepi pemasukan. Jadi mesti jualan buat beli makan," kata dia, di lokasi.

Sebenarnya, Baba mengetahui perihal aturan PSBB.

Tapi Baba terpaksa berjualan di sana demi mengais rezeki.

Ketika ditanya ihwal penjualan toko online, Baba menjawab tak paham perihal caranya.

"Kalau jualan toko online, saya tidak paham. Enaknya juga jualan langsung kayak begini. Bisa tawar-menawar kan," jelas Baba.

Insentif Kartu Prakerja Kamu Belum Turun? Ini Penyebabnya

Suami Istri yang Sudah Lansia Meninggal Karena Covid-19, 2 Pasar di Surabaya Ditutup

Darwis Biarkan Putranya Tebas Adik Sendiri, Tetangga Bongkar Keseharian Pelaku: Memang Tertutup

Di sisi lain, satu di antara pedagang pakaian memberikan harga diskon barang dagangannya.

Semula harga pakaian (kemeja) seharga Rp 215 ribu, dijual senilai Rp 65 ribu.

Pengunjung lokasi, Marni (37), mengatakan tak khawatir berbelanja di sana meski sedang pandemi virus corona atau Covid-19.

"Kalau saya yang penting pakai masker dan jaga jarak," ucapnya.

Apa yang dikatakan Marni tak tepat. Sebab di lokasi agak sulit untuk melakukan jaga jarak lantaran lahannya tak luas.

Apalagi saat berkomunikasi dengan pedagang.

"Ya memang kalau jaga jarak satu meter agak susah, tapi sebisanya saja. Kasihan pedagang kalau tidak pengunjung, siapa lagi yang beli," ucap Marni.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved