Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Depok

Marak Tawuran di Kota Depok, Hampir Tiap Malam Polisi Gagalkan Aksinya

Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) atau pun imbauan pemerintah untuk tetap di rumah seakan-akan dihiraukan oleh para pelaku tawuran ini.

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah, saat memimpin ungkap kasus tawuran di Polrestro Depok, Selasa (12/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Tawuran antar remaja di Kota Depok kian marak setiap harinya.

Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) atau pun imbauan pemerintah untuk tetap di rumah seakan-akan dihiraukan oleh para pelaku tawuran ini.

Dini hari tadi, polisi kembali mengamankan 11 remaja pelaku tawuran yang menyebabkan korbannya mengalami luka bacok dibagian tangan kiri hingga dua urat syarafnya putus di Jalan Janger I, Sukmajaya, Kota Depok.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah menuturkan, total sudah ada tiga kasus tawuran yang menyorot perhatian di Kota Depok daalm beberap hari terakhir ini.

"Untuk ketiga kalinya kalau tidak salah,” ujar Azis di Mapolres Metro Depok, Pancoran Mas, Selasa (12/5/2020).

Rapid Test 24 Tahanan Positif Covid-19, Karutan Pondok Bambu Jakarta Timur Irit Bicara

Meski begitu, Azis menutur sudah lebih dari 10 aksi tawuran yang berhasil digagalkan oleh pihaknya.

“Jadi hampir tiap malam kami menggagalkan kegiatan remaja ini yang berkeliling menggunakan sepeda motor janjian tapi sambil membawa senjata tajam,” bebernya.

Bilamana tidak dicegah, Azis berujar hal tersebut akan kembali menimbulkan korban.

“Ini kalau tidak kita cegah ini pasti terjadi korban berikutnya lagi. Kita cegah tapi masih ada saja anak mudah yang melakukan perbuatan tersebut. Ini juga perlu peran lingkungan, orang tua, dan lingkungan terdekat,” tuturnya.

Oleh sebab itu, ia mengimbau agar seluruh orang tua bisa mengawasi anaknya yang hendak keluar rumah, terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti ini.

PPDB SD dan SMP di Tangsel Tahun 2020 Bakal Dilakukan Secara Online dan Gratis

“Saya harap lingkungan terkecil terutama bapak ibu mau terbuka setiap hari mengingatkan kegiatan positif. Jika keluar juga ditanya alasan kegiatan untuk apa dan juga di masa covid ini mereka juga dibekali dengan ilmu atau pengetahuan protokol penanganan covid supaya mereka beraktifitas di luar rumah mereka tetap menjalankan protokol covid, seperti menggunakan masker,” pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved