Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Wakil Wali Kota Bekasi Sepakat Usulan Pemerintah Kelompok Usia 45 Tahun ke Bawah Boleh Beraktivitas

Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, pihaknya setuju dengan kebijakan pemerintah pusat

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dijumpai di Asrama Haji Bekasi, Senin, (23/3/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah melalui Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, memberikan kelonggaran bagi kelompok usia 45 tahun ke bawah untuk melakukan aktivitas di luar rumah di tengah pandemi Covid-19

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, pihaknya setuju dengan kebijakan pemerintah pusat terkait pelonggaran bagi warga kelompok usia di bawah 45 tahun.

"Kalau menurut saya enggak masalah (berikan pelonggaran aktivitas bagi usia 45 tahun ke bawah), karena yang dilawan antibodi," kata Tri saat dikonfirmasi, Selasa, (12/5/2020). 

Tetapi kata dia, tidak semua warga kelompok usia di bawah 45 tahun dapat diberikan pelonggaran secara luas.

Bagi mereka yang memiliki pemyakit bawaan, tentu harus mentaati protokoler kesehatan. 

"Kalau di bawah 45 tahun tapi punya gula (diabetes), punya kanker, punya panyakit paru nah itu yang akan berisiko, tapi kalau mereka yang antibodinya oke enggak jadi masalah," jelasnya. 

Tri menambahkan, kasus penyebaran virus corona khususnya di Kota Bekasi sejauh ini bisa dikatakan landai tetapi masih terdapat kasus baru yang ditemukan. 

Kasus baru yang ditemukan ini menurut dia, akibat aktivitas rapid tes dan swab tes yang dilakukan secara rutin oleh Pemkot Bekasi. 

"Kalau dianggap landai sebetulnya sudah landai, tapi tetap kita kejar ada kasus baru karena kita lalukan rapid dan swab tes," ucapnya.

Meski pelonggaran aktivitas bagi masyarakat tertentu bakal dilakukan, dia berharap protokoler kesehatan harus tetap dijaga. 

Jangan sampai kata dia, pemerintah memberikan keleluasaan beraktivitas bagi kelompok usia di bawah 45 tahun kemudian melepas protokoler kesehatan seperti memakai masker atau jaga jarak fisik. 

"Secara bertahap pelonggarannya, hari ini misalnya supermarket dan tempat makan boleh buka tapi enggak boleh makan di tempat, lalu besok baru boleh makan di tempat tapi jaga jaraknya diatur," ujarnya.

"Jadi protokolernya tetap dilakukan tapi ekonominya tetap jalan gitu, karena berat juga kelihatannya kalau menurut saya kalau beban ekonomi kita kalau nggak kemudian, yang penting menurut saya terkendali (pelonggaran)," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved