Breaking News:

Camat Tanah Abang Sebut Pedagang yang Bandel Bukan Warga Jakarta, Ini Katanya

Dia mengatakan, pedagang tersebut berasal dari luar Jakarta yang mengontrak rumah di wilayah Ibu Kota

TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Camat Tanah Abang, Yassin Pasaribu (kiri), saat memberikan satu kardus mie instan kepada korban kebakaran, Nur Hayati (kanan), di kawasan Pasar Kambing, Jalan Sabeni Raya, Jakarta Pusat, Senin (12/8/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Camat Tanah Abang, Yassin Pasaribu, menyatakan pedagang yang bandel berjualan saat PSBB bukanlah penduduk asli setempat.

"Itu pedagang yang bandel berjualan (selama PSBB) bukan warga Tanah Abang," kata Yassin, sapaannya, saat dihubungi, Rabu (13/5/2020).

Dia mengatakan, pedagang tersebut berasal dari luar Jakarta yang mengontrak rumah di wilayah Ibu Kota.

"Itu pedagang kebanyakan dari luar kota Jakarta. Kalau yang warga asli, saya tahu semua," jelas Yassin.

Yassin menilai, warga yang bukan ber-kartu tanda penduduk (KTP) Jakarta memang sulit diberitahukan.

"Memang bandel dan susah dikasih tahu kalau mereka. Alasannya susah cari uang kalau tidak berdagang," jelas Yassin.

"Tapi kan ini PSBB (pembatasan sosial berskala besar) tidak boleh berkerumunan. Susah dibilangin mereka," sambungnya.
Dia melanjutkan, sejumlah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kecamatan Tanah Abang pun dikerahkan ke lokasi.

"Kami sudah kerahkan Satpol PP untuk memeriksa lokasi. Semoga kalau ada yang berjualan, ditindak saja," ucapnya.

Yassin menjelaskan, dirinya tak mengetahui kalau masih ada beberapa pedagang yang berjualan.

"Jujur saya baru tahu lagi ini. Saya sudah berkali-kali memberi tahu biar mereka tidak berjualan di lokasi," ucapnya.

"Kan dari pihak lain sudah menyarankan jualan online," sambung Yassin.

Penjelasan Camat Tanah Abang Soal Pedagang yang Masih Bandel Berjualan

Jokowi Naikkan Iuran BPJS Kesehatan Meski Sudah Ditolak MA, Dewan Anggap Pemerintah Tak Punya Empati

83 Ribu KK di Kabupaten Tangerang Terverifikasi Mendapatkan Bansos Rp 600 Ribu Selama 3 Bulan

Dia menambahkan, kalau ada pedagang yang masih membandel maka akan diberi sanksi teguran.

"Akan kami sanksi teguran kalau ketahuan. Kalau masih bandel lagi, nanti dipikirkan apa solusinya yang baik dengan pihak pemerintah," tutup Yassin.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved