Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Indonesia

Penarik Perahu Eretan di Kali Sunter Kehilangan Pelanggan Gegara Siswa Belajar di Rumah

Para penarik perahu eretan di aliran Kali Sunter, Jakarta Utara mengaku kehilangan para pelanggan selama pandemi Covid-19.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Perahu eretan di aliran Kali Sunter, Jalan Sindang, Rawabadak Utara, Koja, Jakarta Utara, Rabu (13/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Para penarik perahu eretan di aliran Kali Sunter, tepi Jalan Sindang, Rawabadak Utara, Koja, Jakarta Utara mengaku kehilangan para pelanggan selama pandemi Covid-19.

Selama dua bulan belakangan, para penarik perahu eretan ini mengaku kehilangan pelajar sekolah yang biasa jadi penumpang langganan sebelum masa pandemi.

Erwin (35), salah seorang penarik perahu eretan, mengatakan bahwa sebelum pandemi, mereka selalu mengandalkan pendapatan dari anak sekolah yang baru pulang untuk menyeberangi Jalan Sindang dengan perahu eretan.

"Kita kan ngandelin anak sekolahan sama orang kerja buat jadi penumpang. Nah kalau sekarang kan mereka nggak ada, di rumah semua," kata Erwin di lokasi, Rabu (13/5/2020).

Ketika pemerintah membuat peraturan bahwa aktivitas sekolah ditiadakan selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar, otomatis anak-anak sekolah yang biasa jadi penumpang langganan Erwin sudah tak lagi ada.

Secara garis besar, jumlah penumpang perahu eretan yang biasa mencapai 50 orang, kini paling maksimal hanya 10 orang per hari.

"Sekarang udah nggak ada anak sekolah, paling cuman ada 10 orang aja seharinya. Kalau dulu sih bisa sampe 50 orang, nggak pusing," ucap Erwin.

Hal serupa diutarakan penarik perahu eretan lainnya, Mastial (45).

Daftar Sanksi Pelanggar PSBB DKI Jakarta yang Tercantum di Pergub: Ada Denda hingga Bersihkan WC

UPDATE Corona di Indonesia Rabu 13 Mei 2020: 15.438 Positif Covid-19, 3.287 Sembuh, 1.028 Meninggal

Ia pun harus memutar otak agar bisa mencukupi kebutuhan istri dan dua orang anaknya.

Pasalnya, biaya jasa penarik perahu eretan tersebut sudah sangat kecil, yakni Rp 1.000-Rp 5.000 untuk menyeberang dari sisi satu ke sisi yang lainnya.

"Sekarang tuh ibarat makan biasanya tiga kali sehari, jadi dua hari sekali lah. Yang penting masih bisa makan," kata dia.

Para penarik perahu eretan pun berharap masa pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga mereka dapat meraup pendapatan normal.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved