Antisipasi Virus Corona di DKI

Sempat Hanya 9 KK, Data Penerima Bansos Kelurahan Warakas Kini Jadi 6.836 KK

Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Warakas Zaenal Arifin mengatakan, jumlah penerima bansos dari Kemensos di wilayahnya akhirnya berubah

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Warga berunding terkait kejanggalan pada data penerima bantuan sosial untuk Kelurahan Warakas, Senin (11/5/2020), di Kantor Lurah Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Upaya warga Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara untuk memperjuangkan hak bantuan sosial berbuah manis.

Setelah sebelumnya warga dibuat kebingungan dan geram dengan data penerima bantuan sosial dari Kemensos yang hanya tercatat 9 KK, kini mereka bisa tersenyum lega.

Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Warakas Zaenal Arifin mengatakan, jumlah penerima bansos dari Kemensos di wilayahnya akhirnya berubah menjadi 6.836 KK.

"Alhamdulillah kita mendapatkan hasilnya, Kelurahan Warakas dari 9 kini mendapatkan 6.836 paket untuk seluruh masyarakat di 14 RW di Kelurahan Warakas," kata Zaenal, Kamis (14/5/2020).

Perubahan data dari 9 KK menjadi 6.836 KK terjadi setelah warga terus-terusan mengusut anomali data tersebut ke beberapa pihak, seperti Sudin Sosial Jakarta Utara dan Dinas Sosial DKI Jakarta.

Sepekan belakangan, warga dibantu pihak LMK sempat beberapa kali mempertanyakan anomali data penerima bansos ke pihak-pihak tersebut.

Namun demikian, hingga saat ini belum dijelaskan mengapa data tersebut hanya 9 KK.

"Kami pun tidak punya kewenangan untuk jauh mengusut ke sana. Yang penting hak warga Warakas bisa terpenuhi di angka 6.836 paket," katanya.

Kamar Betrand Peto Diejek Netizen Mirip Kamar ART, Iis Dahlia Geram Lihat Faktanya: Kadang Ngeselin!

Febri Toga: Penumpukan Orang di Bandara Soekarno-Hatta Merupakan Penumpang Lion Air dan Citilink

Sementara itu, Lurah Warakas Makhrus Nugroho mengatakan bahwa dirinya tidak bisa berasumsi lebih jauh terkait kesalahan pendataan jumlah penerima bansos.

Ia pun menyarankan untuk menpertanyakan hal tersebut ke instansi terkait.

"Memang bantuan kedua (Kemensos) 9 (KK) nya dari mana saya juga tidak tahu, mungkin bisa tanyakan ke Dinsos atau Kemensos," katanya.

Makhrus sendiri heran ketika ada perubahan data jumlah penerima menjadi hanya 9 KK saja.

Padahal, ketika ada bansos dari Pemprov DKI Jakarta pada bulan April 2020 lalu, terdapat 7.023 KK yang terdaftar sebagai penerima di Kelurahan Warakas.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved