Siswi NF Korban Pelecehan Seksual

Gambar Wanita Diikat Karya NF Imbas Percabulan Pacarnya yang Kelainan Seksual

Percabulan yang membuat NF kini hamil tak bisa dilepaskan dari ulah tiga pelaku yang mencabulinya.

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
Pexels via Kompas.com
Ilustrasi Pencabulan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Gambar seorang wanita diikat tambang lalu disiksa karya NF (15), pelaku pembunuhan APA (5) merupakan kejadian yang benar terjadi.

Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat mengatakan ilustrasi dalam buku catatan tersebut perbuatan yang dilakukan pacar NF, A (25) sebanyak tiga kali.

"Gambar-gambar yang menunjukkan seorang wanita diikat dengan tali tambang, itu yang dilakukan pacarnya. Jadi pacarnya ada kelainan seksual, perilaku seksual yang menyimpang," kata Harry di Balai Rehabilitasi Anak, Jakarta Timur, Jumat (15/5/2020).

Menurutnya kasus percabulan yang membuat NF kini hamil tak bisa dilepaskan dari ulah tiga pelaku yang mencabulinya.

Yakni A sebanyak tiga kali, F yang merupakan sepupu dari ibu tiri NF empat kali, dan R, cucu dari kakak ibu tiri sebanyak sembilan kali.

"Pacarnya punya kelainan seksual, diikat, dikasih lilin. Jadi apa yang dialami NF ini proses panjang. Waktu membunuh itu kepikiran hamil dan memperkosa dia, jadi pelampiasan," ujarnya.

Harry meminta semua pihak tak lantas menyudutkan tindakan pembunuhan NF karena di satu sisi NF jadi korban pencabulan dan kekerasan fisik.

Anies Baswedan Sindir Utang Pemerintah Pusat, DPRD DKI Jakarta Kompak Pertanyakan Dana Formula E

Pulang Salat Subuh di Masjid, Nenek Ini Syok Lihat Anak dan Cucunya Tergeletak Mengenaskan di Kamar

Pandemi Covid-19, Ada Keringanan Bagi Wajib Pajak di Jakarta Utara

Secara hukum NF terlibat empat kasus hukum, sebagai pelaku dalam kasus pembunuhan APA, dan sebagai korban tiga kasus percabulan.

"Apa yang diselidiki pihak kepolisian, ini berhubungan dengan apa yang dialami. Ada korelasi antara kejadian yang dialami NF sebagai korban dengan perbuatannya sebagai pelaku," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved