Kalut, Ayah Tahanan Rutan Pondok Bambu Khawatir Putrinya Terjangkit Covid-19

Hasil rapid test 24 tahanan Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur yang reaktif tak hanya membuat petugas medis khawatir penularan Covid-19 meluas.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Seorang ayah satu tahanan Rutan Pondok Bambu saat menanyakan nasib anaknya ke petugas di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (15/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Hasil rapid test 24 tahanan Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur yang reaktif tak hanya membuat petugas medis khawatir penularan Covid-19 meluas.

Seorang ayah yang anaknya jadi satu warga binaan permasyarakatan (WBP) Rutan Pondok Bambu mengaku khawatir anaknya terjangkit Covid-19.

Pasalnya sejak kabar hasil rapid test 24 tahanan reaktif pada Selasa (12/5/2020) mencuat di media massa dia kehilangan komunikasi.

"Bisa jadi anak saya positif Corona, dan dirawat di rumah sakit. Cuman petugasnya enggak ada yang mau kasih tahu, cuma dilempar-lempar saja," kata pria enggan menyebut namanya itu di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (15/5/2020).

Sebelum menyambangi Rutan Pondok Bambu tempat sang anak ditahan, pria ringkih tersebut lebih dulu datang ke Rumah Sakit Pengayoman.

Pasalnya dia mendapat kabar tahanan yang hasil rapid test-nya reaktif menjalani isolasi di RS Pengayoman, Jakarta Timur.

Tapi oleh petugas RS dia diminta lebih dulu berkoordinasi dengan pihak Rutan Pondok Bambu guna memastikan keberadaan sang anak.

Nahas setelah datang kegelisahan karena tak mengetahui nasib anaknya justru meningkat, dia merasa tak diladeni petugas.

"Cuma mau tanya kondisi anak saya saja, cuma tadi dicuekin. Tadi dari rumah sakit suruh ke sini pak, masa saya balik lagi ke rumah sakit," ujarnya.

Sebelumnya, hasil rapid test 24 tahanan dan 2 petugas Rutan Pondok Bambu yang digelar Puskesmas Kecamatan Duren Sawit reaktif Covid-19.

Dua Hari BIN Gelar Rapid Test di Pondok Betung, 16 Orang Positif, 29 Reaktif Covid-19

Wanita Berpakaian Mini Tergeletak di Jalan Raya Pasar Minggu, Polisi Beri Penjelasan

Kepala Puskesmas Kecamatan Duren Sawit Rita Wedya Astuti menuturkan mereka yang hasil rapid test-nya reaktif menjalani isolasi.

Isolasi dilakukan sembari menanti hasil uji spesimen swab yang dikirim ke Labkesda DKI dan BBTKLPP untuk memastikan positif Covid-19 atau tidak.

"Untuk riwayat apa mereka pernah kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 masih kita telusuri. Masih koordinasi dengan dokter Rutan," kata Rita saat dikonfirmasi, Kamis (14/5/2020).

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved