Breaking News:

Polisi Gadungan Larikan Bocah SMP

Motif Polisi Gadungan Bawa Kabur Bocah SMP di Depok: Tak Punya Penghasilan Sejak Tempat Kerja Tutup

Kepada Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah, Ijal berujar dirinya terpaksa melakukan tindak pidana lantaran terdesak

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Pelaku Ijal ketika diamankan di Polres Metro Depok, Jumat (15/5/2020).   

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Dua tangannya terikat borgol, Ijal (25) tak banyak berkata.

Ia terlihat hanya terus menundukan kepalanya ke bawah, sambil mengenakan kain penutup wajah.

Diwartakan sebelumnya, Ijal nekat membawa dua bocah SMP asal Depok berinisial AZ (14) dan NA (14) ke Jakarta Selatan hanya demi menggasak handphone milik dua bocah tersebut.

Ketika melancarkan aksinya, Ijal juga mengaku sebagai aparat kepolisian untuk meyakinkan korbannya.

Kepada Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah, Ijal berujar dirinya terpaksa melakukan tindak pidana lantaran terdesak kebutuhan ekonomi.

Ia berdalih, dirinya kini tak lagi memiliki penghasilan sejak toko butik tempatnya bekerja di kawasan Blok B, Tanah Abang, ditutup sementara waktu imbas dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang ditetapkan pemerintah.

“Karena Blok B Tanah Abang sudah tutup, saya kerja disana tadinya di tok obutik,” ucapnya lesu di Polres Metro Depok, Pancoran Mas, Jumat (15/5/2020).

Ihwal nekatnya ia mengaku sebagai aparat kepolisian, Ijal berujar hal tersebut dilakukan karena kepolsiian memiliki peran yang penting di masa PSBB ini.

“Kenapa saya ngaku Polisi dan juga Tagana, karena tagana juga kan itu posisinya relawan ya,” bebernya.

Meski begitu, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah menuturkan proses hukum akan tetap berjalan, dan Ijal harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Azis berujar, Ijal terancam dijerat Pasal 378 KHP tentang tindak pidana penipuan, dengan ancaman hukuman kurungan penjara empat tahun lamanya.

“Pelaku kami amankan dan sudah periksa, kami jerat Pasal 378 KUHP dengan tindak pidana penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved