Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Dapat Kabar Tahanan Dibawa ke RS Darurat Wisma Atlet, Keluarga Datangi Rutan Pondok Bambu

AS (41), suami dari satu tahanan Rutan Pondok Bambu mengaku datang begitu dapat kabar adanya sejumlah tahanan yang hari ini dipindahkan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
Istimewa
Petugas medis yang melakukan pemeriksaan rapid test kepada tahanan Rutan Pondok Bambu di Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (15/5/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Kalut yang merundung membuat sejumlah keluarga tahanan menyambangi Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur pada Sabtu (16/5/2020).

AS (41), suami dari satu tahanan Rutan Pondok Bambu mengaku datang begitu dapat kabar adanya sejumlah tahanan yang hari ini dipindahkan.

"Dapat kabar kalau hari ini ada tahanan yang dibawa ke (RS darurat Covid-19) Wisma Atlet. Makannya saya datang mastiin kondisi istri," kata AS di Rutan Pondok Bambu, Sabtu (16/5/2020).

Meski sadar tak bisa menemui sang istri karena sejak pandemi Covid-19 layanan kunjungan keluarga dihentikan, dia tetap memilih datang.

Sejak Selasa (12/5/2020) saat hasil rapid test 24 tahanan dan dua petugas dinyatakan reaktif beredar, AS sudah khawatir nasib istrinya.

"Istri saya enggak dapat asimilasi, harusnya sih dapat karena tinggal masa tahanan istri tinggal dua bulan lagi. Makannya saya khawatir, di dalam lagi ramai juga sih katanya," ujarnya.

AS tak sendiri, beberapa anggota keluarga tahanan lain juga datang dan bertahan depan Rutan guna memastikan kondisi keluarganya.

Alasannya sama, mereka mendapat kabar ada warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang dipindah ke RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet.

"Enggak tahu lah itu yang dirujuk PDP (pasien dalam pengawasan) atau ODP (orang dalam pemantauan), kabarnya cuman dibawa ke (RS Darurat) Wisma Atlet saja," tuturnya.

Pantauan wartawan TribunJakarta.com, sedikitnya ada lima anggota keluarga tahanan Rutan Pondok Bambu yang tiba sebelum pukul 14.30 WIB tadi.

Namun setelah menunggu hingga pukul 17.00 WIB satu per satu dari mereka memilih pulang karena tak mendapat kepastian dari petugas.

"Namanya kita khawatir terus dapat kabar kayak begitu kan kita pasti datang memastikan. Tapi enggak ada petugas medis yang kelihatan, mungkin salah info," lanjut AS.

Sebelumnya pada 9-11 Mei 2020 Puskesmas Kecamatan Duren Sawit menggelar rapid test yang diikuti 309 tahanan, hasilnya 24 dinyatakan reaktif Covid-19.

Pada Jumat (15/5/2020) Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta kembali menggelar rapid test yang diikuti 300 tahanan, namun hasilnya belum dipublikasikan.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved