Breaking News:

PMN dan Dana Talangan Terlalu Besar ke BUMN, Anggota DPR: Sebaiknya Alihkan Sebagian ke UMKM

Darmadi juga beralasan kenapa pemerintah mesti memprioritaskan UMKM karena ditengah kondisi perekonomian negara saat ini yang kurang menggembirakan

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Kerajinan Ungkluek (ilustrasi UMKM) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI, Darmadi Durianto meminta agar alokasi dana yang diberikan pemerintah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang ditujukan ke UMKM lebih diperbesar lagi porsinya.

Pasalnya, alokasi dana yang ada saat ini kurang memadai jika dilihat dari jumlah UMKM yang ada saat ini.

"Porsi UMKM hanya 21,4% atau kira-kira 68,21 Triliun dari total dan itupun sudah termasuk disinsentif perpajakan, termasuk buat pajak 0% buat UMKM, Penjaminan untuk Kredit Mikro Kecil baru UMKM. Yang jelas porsi untuk UMKM sangat kecil sekali. Harusnya lebih besar karena jumlah UMKM saat ini sangat besar sekitar 97,5% dan Usaha Besar hanya 2,5%," ujar Bendahara Megawati Institute itu kepada wartawan, Minggu (17/5/2020).

Darmadi juga beralasan kenapa pemerintah mesti memprioritaskan UMKM karena ditengah kondisi perekonomian negara saat ini yang kurang menggembirakan, UMKM menjadi benteng terakhir perkonomian bangsa.

"Dengan menyelamatkan UMKM berarti pemerintah sudah tepat ambil langkah. Karena sehabis Covid-19 sektor UMKM yang pemulihannya paling cepat dan menjadi tulang punggung perekonomian nasional yang kokoh. Jadi pemerintah harus ambil opsi penyelamatan UMKM dan saran saya yaitu dengan menambah porsi dana bantuan ke UMKM," ucap Politikus PDIP itu.

Berbeda dengan perusahaan dengan kepemilikan modal berskala besar, yang jelas kata dia, UMKM masih harus terus ditopang oleh pemerintah agar mereka mampu survive ditengah wabah Covid-19 ini.

"Perusahaan besar termasuk BUMN banyak cara untuk hidup lewat restrukturisasi, reengineering dan upaya upaya lainnya serta banyak dikelilingi oleh manajer manajer yang pinter pinter mencari cara untuk bertahan. UMKM banyak yang tidak terlalu well educated (terkonsolidasi dengan baik dari sisi management dan keuangannya). Kalau BUMN sudah banyak ahli-ahli keuangan dan marketing yang hebat-hebat," paparnya.

Darmadi menyarankan agar alokasi dana dalam program PEN yang dialokasikan ke sejumlah BUMN sebaiknya ditinjau ulang porsinya.

"Ada baiknya dana talangan direalokasi untuk UMKM karena yang paling cepat bisa dipulihkan jika Covid-19 berlalu adalah UMKM. Kita minta PMN dan talangan kepada BUMN direlokasi ke UMKM," tegas Legislator dari dapil DKI Jakarta III itu.

Untuk diketahui, dalam program PEN yang diluncurkan pemerintah dalam menghadapi kondisi Covid-19 sejumlah BUMN mendapatkan dana segar dari program tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved