Breaking News:

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun Pimpinan Pondok Gontor KH Syamsul Hadi Abdan Wafat (1944-2020)

Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Syamsul Hadi Abdan meninggal dunia pada Senin (18/5/2020).

Editor: Y Gustaman
Tangkapan layar Instagram Pondok Modern Gontor
K.H. Syamsul Hadi Abdan (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor) meninggal dunia pada Senin, 25 Ramadhan 1441/18 Mei 2020 pukul 09.15 WIB di RSUD dr. Soedono, Madiun. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Syamsul Hadi Abdan meninggal dunia pada Senin (18/5/2020).

Kiai Syamsul menghembuskan nafas terakhir di RSUD dr. Sedono Madiun setelah mendapat perawatan sejak sepekan lalu.

Melansir situs resmi gontor.ac.id, Kiai Syamsul sempat menjalani rawat inap di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta karena penyumbatan pembuluh darah di kepala dan gangguan di jantung pada November 2019.

Setelah menjalani perawatan, kondisi Kiai Syamsul membaik dan dapat kembali mengikuti aktivitas di Pondok Modern Gontor seperti biasa.

Kepergian Kiai Syamsul menyisakan duka mendalam bagi para santri, guru, alumni, dan keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor.

Kiai Syamsul menjadi Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor sejak 2006, menggantikan KH Imam Badri.

Sebelum itu Kiai Syamsul sempat menjadi Direktur Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) pada 2002 hingga 2006.

Kiai Syamsul wafat di usia 76 tahun, meninggalkan 5 anak dan 15 cucu.

Beliau lulus KMI Pondok Modern Darussalam Gontor pada 1969, kemudian menamatkan Sarjana Muda (BA) di Institut Pendidikan Darussalam Gontor pada 1974.

Kiai Syamsul menyelesaikan Program Sarjana di Institut Studi Islam Darussalam pada tahun 1994.

Selama 14 tahun Kiai Syamsul memimpin bersama Dr. KH Abdullah Syukri Zarkasyi dan KH Hasan Abdullah Sahal, Pondok Gontor mengalami kemajuan pesat.

Mewakili Pondok Modern Darussalam Gontor dan keluarga, KH Akrim Mariyat menyampaikan sambutan selesai pemakaman Kiai Syamsul.

Ketua Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor itu menyitir hadits, apabila seorang manusia meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga hal:  sedekah jariyah, atau ilmu bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.

“Dengan hadits ini, maka Kiai Syamsul sudah memiliki ketiganya,” tutur Kiai Akrim.

Insya Allah 25 ribu santri Gontor dan ratusan ribu para alumni menjadi saksi ilmu yang bermanfaat dari seorang Kiai Syamsul Hadi Abdan.  

Amien ya Rabbal 'alamin

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved