Breaking News:

3 Rekomendasi Garda Pemuda NasDem Akselerasi Adopsi Industri 4.0 Pasca Pandemi Covid-19

solusi untuk mengubah industri yang biasa menjadi industri digital agar produksi dan konsumsi masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
ILUSTRASI Peserta pelatihan operator mesin industri garmen di BDI Jakarta Kemenperin, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (6/9/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPP Garda Pemuda NasDem (GP NasDem) menggelar webinar dengan mengangkat topik “Kebijakan dan Kerangka Percepatan Industri 4.0 di Sektor manufaktur terhadap Persaingan Global Pasca Covid-19”, Jumat (15/5/2020).

Diskusi online ini diadakan sebagai forum diskusi bagi kalangan pengusaha, pengambil kebijakan, serta masyarakat umum terkait dampak pola perilaku produksi dan konsumsi masyarakat selama masa pandemi.

Dalam diskusi ini juga dibahas solusi untuk mengubah industri yang biasa menjadi industri digital agar produksi dan konsumsi masyarakat tetap berjalan sebagaimana mestinya.

GP NasDem sebagai organisasi sayap Partai NasDem juga menggunakan diskusi ini sebagai landasan guna memberikan rekomendasi atas percepatan adopsi Industri 4.0 di Indonesia.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian RI, Doddy Rahadi, membuka diskusi dengan menjabarkan berbagai dampak pandemi Covid-19 bagi berbagai sektor industri di Indonesia.

Menurut data Kemenperin, ekonomi dan PDB Indonesia mengalami penurunan dari triwulan 1 2019 ke triwulan 1 2020 yang semula sebesar 5,07% (2019) menjadi 2,97% (2020) dan PDB menurun dari semula sebesar 4,08% (2019) menjadi 2,01% (2020).

“Industri yang paling terpuruk yaitu industri mesin dan perlengkapan serta industri furnitur yang mengalami penurunan masing-masing sebesar 9,33% dan 7,23%. Sedangkan industri yang paling diuntungkan yaitu industri Kimia, Farmasi, dan obat tradisional serta industri Alat Angkutan yang mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 5,59% dan 4,64%. Namun, industri yang sebenarnya paling berkontribusi bagi PDB ialah industri makanan dan minuman,” kata Doddy.

Doddy menyebutkan bahwa Kemenperin akan fokus pada lima sektor industri utama untuk “Making Indonesia 4.0” yaitu industri makanan dan minuman, industri tekstil dan busana, industri automotif, industri kimia, dan industri elektronik. Kelima industri tersebut diprediksi menyumbang sebesar 70% PDB industri, 65% ekspor industri, dan 60% pekerja industri.

Kemenperin juga mengeluarkan INDI 4.0, suatu acuan untuk mengukur tingkat kesiapan perusahaan untuk transformasi era industri 4.0. melalui lima pilar yaitu pilar manajemen & organisasi, pilar orang & budaya, pilar produk & layanan, pilar teknologi, dan pilar operasi pabrik.

Menanggapi paparan tersebut, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung, menilai pertumbuhan ekonomi kemungkinan negatif dengan pola penanganan Covid-19 seperti saat ini.

Halaman
1234
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved