Antisipasi Virus Corona di DKI

Anies Klaim Warga Jakarta Paling Patuh Aturan PSBB Dibanding 5 Provinsi di Pulau Jawa

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim tingkat kepatuhan warganya terhadap PSBB paling tinggi dibandingkan lima provinsi di Pulau Jawa.

TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Suasana penindakan terhadap rumah makan di Pulogadung, Jakarta Timur saat PSBB, Minggu (17/5/2020) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim tingkat kepatuhan warganya terhadap kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) paling tinggi dibandingkan lima provinsi di Pulau Jawa

Hal ini dikatakan Anies berdasarkan penelitian Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Penelitian itu sendiri mengacu pada pergerakan ponsel masyarakat, dimana warga Jakarta cenderung tetap berada di rumah setelah PSBB diberlakukan.

"Di Jakarta hampir 60 persen warganya berada di rumah saja," ucap Anies, Selasa (19/5/2020).

Angka ini meningkat 20 persen dari sebelum penerapan PSBB, dimana hanya 40 persen warga Jakarta yang tetap berada di rumah.

Dibandingkan provinsi lain di Pulau Jawa, Anies mengklaim angka ini jauh lebih tinggi, dimana kepatuhan warga Provinsi Jawa Barat berkisar di angka 49 persen dan Provinsi Banten di angka 48 persen.

Kemudian, kepatuhan warga Provinsi Jawa Timur berada di angka 46 persen dan Provinsi Jawa Tengah hanya 42 persen.

"Di antara seluruh provinsi di Jawa, lompatan di Jakarta paling tinggi. Artinya apa? Artinya ada keseriusan warga di Jakarta untuk menangkis penularan dengan cara berada di rumah," ujarnya.

"Ini adalah satu kerja kolektif yang nanti akan kita lihat dampaknya," sambungnya.

Curahan Hati Pengusaha Bedug Berharap Panen Sebelum Lebaran, Kini Menangis: Kantong Saya Kosong

Hasil Rapid Test Sejumlah Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Reaktif Covid-19

Tingginya angka kepatuhan ini turut mempengaruhi tingkat penyebaran Covid-19 di Jakarta.

Anies mengklaim, kini penyebaran sudah mulai bisa dikendalikan dan ada penurunan jumlah kasus secara signifikan.

"Penurunan (kasus) ini hanya terjadi karena kita sudah mulai meningkatkan untuk tetap berada di rumah," kata Anies.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved