Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Ini Ketentuan Salat Idulfitri di Kelurahan Zona Hijau Kota Bekasi, Dilarang di Lapangan Terbuka

Rahmat mengatakan, beberapa tata cara yang harus dijalankan diantaranya salat id dilakukan di tempat dan waktu yang terbatas.

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi membolehkan pelaksaan Salat Idulfitri berjamaah di kelurahan yang masuk ke dalam zona hijau.

Kebijakan izin pelaksaan Salat Idulfitri ini juga dibarengi dengan beberapa ketentuan pelaksaan yang wajib diikuti.

Rahmat mengatakan, beberapa tata cara yang harus dijalankan diantaranya salat id dilakukan di tempat dan waktu yang terbatas.

"Artinya dipersingkat, khotbahnya jangan banyak-banyak, shaft-nya juga ke samping dan dan belakang 1,5 meter jaraknya dan pelaksaannya tidak boleh di lapangan hanya di masjid," kata Rahmat.

Dia menjelaskan, jika ada di satu wilayah terdapat tiga masjid. Ke tiga masjid tersebut harus menyelengarakan salat berjamaah di masing-masing tempat.

"Misal tiga masjid di tiga RW, ya ke tiganya harus gelar masing-masing tidak boleh digabung di satu lapangan misalnya," tegas dia.

Ketentuan lain yang harus dipatuhi ialah, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di masing-masing tempat wajib melaporkan proyeksi jemaah yang akan hadir.

Caranya, DKM membentuk panitia bersama RT/RW setempat dan mendata warga di lingkungan tersebut untuk selanjutnya diseragkan ke pimpinan kelurahan dan kecamatan.

Pimpinan di tingkat kecamatan yang memiliki wewenang memberikan izin pelaksaan salat Idulfitri terdiri dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan unsur Kecamatan, Polsek serta Koramil.

"Lima komponen inilah yang mengatur ketat persoalan salat Ied yang ada di daerah yang hijau," paparnya.

Dia juga menegaskan, warga di luar zona hijau dilarang memaksakan diri ikut melaksanakan salat berjamaah.

Peran DKM dan RT/RW kata Rahmat sangat penting dalam menyaring warga atau jamaah yang nantinya akan ikut dalam pelaksaan ibadah tahunan tersebut.

"Dilarang untuk orang yang di luar zona hijau ikut salat, kita juga akan pantau terus sampai nanti pas pelaksaan," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved