Breaking News:

Ketum PSSI Minta PT LIB Lunasi Tunggakan Pembayaran Subsidi ke Tim Liga 1 2020

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan akhirnya membuat keputusan tegas mengenai tunggakan pembayaran subsidi yang dilakukan PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Penulis: Wahyu Septiana
Editor: Suharno
KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Mochamad Iriawan 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan akhirnya membuat keputusan tegas mengenai tunggakan pembayaran subsidi yang dilakukan PT Liga Indonesia Baru (LIB) kepada tim peserta Liga 1 dan Liga 2.

Pria yang akrab disapa Iwan Bule itu meminta kepada para direksi PT LIB segera melunasi kewajibannya kepada para kontestan Liga 1 2020.

Iriawan menekankan, PT LIB harus tetap memberikan bayaran penuh sebesar Rp520 juta kepada tim di kasta tertinggi Liga 1 2020.

Sebelumnya, PT LIB di bawah kepemimpinan Cucu Somantri sempat mengajukan pengurangan jumlah pembayaran pada termin kedua kepada para peserta Liga 1.

Hasil Rapid Test Sejumlah Pedagang Pasar Induk Kramat Jati Jakarta Timur Reaktif Covid-19

PT LIB mengusulkan pembayaran sebesar 67 persen dari nilai sebelumnya atau menjadi Rp350 juta kepada tim-tim di Liga 1 2020.

“Saya telah mendapatkan laporan dari komisaris dan direksi yang tersisa tentang proses RUPS-LB hari ini sekaligus keluhan rekan-rekan," kata Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan kepada awak media, Selasa (19/5/2020).

Iriawan mengatakan, berdasarkan pertimbangan dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa, PT LIB harus tetap melaksakanan kewajibannya secara normal.

"Oleh karenanya, dengan kewenangan yang saya punya, saya memutuskan untuk memerintahkan kepada direksi yang tersisa agar hari ini selambatnya segera melakukan pembayaran subsidi kepada seluruh klub Liga 1 sebesar Rp. 520 juta," tambahnya.

Kisah Roby Di-PHK dari Tempat Kerjanya Lalu Daftar Kartu Prakerja, Kini Tekuni Japanese Cheese Cake

Lebih lanjut, Iriawan berharap semua pihak bisa bersikap profesional dan bisa lebih sungguh-sungguh dalam membangun sepak bola di Indonesia.

Seluruh aspek penunjang termasuk finansial harus dipersiapkan dengan baik dalam menghadapi segala kondisi.

"Demikian kiranya rekan-rekan, mari kita tetap bersama-sama membangun sepakbola ini agar bisa survive dari cobaan bencana virus corona yang sedang melanda negeri tercinta ini,” tutup mantan Kapolda Jawa Barat tersebut.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved