Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

Pandemi Covid-19, Korpolairud Amankan TKI Ilegal dari Malaysia Coba Masuk RI Lewat 'Jalur Tikus'

Kepala Korpolairud Baharkam Polri Irjen Lotharia Latif mengatakan, para TKI ilegal tersebut kebanyakan mencoba masuk dari Malaysia.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kakorpolairud Baharkam Polri Irjen Lotharia Latif dalam konferensi pers di Markas Korpolairud Baharkam Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (19/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Korps Kepolisian Air dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri terus berpatroli di perairan Indonesia selama masa pandemi Covid-19.

Selama beberapa waktu terakhir, Korpolairud banyak menemukan pekerja migran atau Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang mencoba menerobos ke pulau-pulau di Indonesia tanpa melalui prosedur yang benar.

Kepala Korpolairud Baharkam Polri Irjen Lotharia Latif mengatakan, para TKI ilegal tersebut kebanyakan mencoba masuk dari Malaysia.

"Mereka masuk di sana (Malaysia), bekerja tidak berdasarkan dokumen resmi dan sebagainya," kata Latif dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (19/5/2020).

Ketika Malaysia melakukan lockdown di tengah pandemi Covid-19, para TKI ilegal tersebut ingin kembali ke Indonesia, terutama sebelum bulan Ramadan pada April lalu.

Yang menjadi permasalahan adalah, mereka tidak datang ke Indonesia melalui 'gerbang masuk' resmi, seperti pelabuhan Tanjung Balai Karimun dan pelabuhan Dumai.

Untuk memuluskan jalan, para TKI ilegal tersebut masuk ke perairan RI melalui 'jalur tikus', misalnya melalui titik-titik tertentu di perairan Sumatera Utara dan Kepulauan Riau.

"Mereka memanfaatkan ada orang-orang yang mengakomodir, menyiapkan, dengan speed boat-speed boat," kata Latif.

Hasil patroli di lapangan, anggota Korpolairud Baharkam Polri kerap menemukan speed boat yang membawa puluhan TKI ilegal.

Mereka pun diamankan untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan kesehatan di sejumlah kantor kesehatan pelabuhan.

"Mereka rata-rata membawa 15-20 orang, terakhir kemarin di Sumatera Utara 80 orang. Mereka mencoba menerobos melalui jalur laut," jelas Latif.

Latif menambahkan, pada dasarnya tindakan mengamankan TKI ilegal tidak terlepas dari upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Dikhawatirkan, apabila para TKI ilegal tersebut tidak masuk ke wilayah RI lewat pelabuhan resmi, mereka tidak melalui pemeriksaan kesehatan sesuai prosedur.

"Kalo tidak lewat jalur yang resmi dia kan berarti tidak melalui kontrol yang tepat. Takutnya dia membawa virus, menular di keluarganya dan sebagainya," ucap Latif.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved