Widodo Cahyono Putro Bermimpi Bisa Melatih Timnas Indonesia

Ada dua impian yang ingin diwujudkan oleh pencetak gol salto ke gawang Kuwait di piala Asia (AFC) tahun 1996 ini

PSSI.org
Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sukses membawa Persita Tangerang promosi dan berlaga kembali di Liga 1 Indonesia membuat pelatih Persita, Widodo Cahyono Putro langsung berpuas diri.

Pelatih 49 tahun ini nyatanya memiliki target diri sendiri sebagai juru nahkoda.

Ada dua impian yang ingin diwujudkan oleh pencetak gol salto ke gawang Kuwait di piala Asia (AFC) tahun 1996 ini.

"Sebagai pelatih tentunya saya ingin membawa tim saya juara. Dan satu impian lagi yaitu melatih tim nasional Indonesia," ujarnya, pekan lalu di sesi Rindu Pendekar.

Dirinya yang pernah menjuarai kompetisi liga baik bersama Persija Jakarta tahun 2001, serta Pertro Kimia Putra Gresik tahun 2002.

Bersama timnas Indonesia dirinya pernah menjadi asisten pelatih timnas sebanyak empat kali yakni di tahun 2006 saat Indonesia menjalani kualifikasi Olimpiade, tahun 2007 di ajang SEA Games, tahun 2008 di ajang Kualifikasi Piala Asia dan pada tahun 2010 di Piala AFF.

Asa mewujudkan impian itu pun tetap terjaga hingga saat ini. Tangan dinginnya membawa Persita promosi ke Liga 1 Indonesia tahun 2019 lalu patut di waspadai, apalagi daya juang pemainnya.

Tak hanya itu, ia dan segudang pengalamannya langsung memboyong beberapa pemain yang kaya pengalaman pada bursa tranfer Januari dan Februari tahun 2020. Hamka Hamzah, Samsul Arief, Elisa Basna, Riky Kayame ikut bergabung bersama skuadnya.

Marko Simic Mampu Lewati Rekor Cristiano Ronaldo Dalam Hal Ini

Jersey Persija Paling Tinggi Harga Jualnya di Indonesia, Apparel Juara Janji Beri Kualitas Terbaik

Lantas, Pendekar Cisadane pun di uji di awal kompetisi dengan menghadapi tuan rumah, Bali United yang notabennya juara Liga 1 Indonesia tahun 2019. Ia menahan imbang Bali United tanpa gol di hadapan puluhan ribu suporternya.

Kejutan keduanya kala menahan imbang PSM Makassar di kandang dengan skor 1-1. Walaupun kalah di pertandingan ketiga melawan TIRA-Persikabo dengan skor 3-1, namun timnya mampu mengusai jalannya pertandingan dan menciptakan banyak peluang. Namun, penyelesaian yang buruk membuat timnya harus takluk.

Penampilan di tiga pertandingan tersebut membawa optimisme suporter dan pemain pada racikan Widodo Cahyono Putro.

Bukan tidak mungkin, bila konsisten, timnya dapat meraih sukses kedepannya, yang membuka jalannya menuju pelatih timnas.

"Saya ini adalah seorang pelatih. Sudah tugas saya membangun, dan mengembangkan sepak bola Indonesia. Tapi itulah dua impian yang masih saya doakan," tuturnya.  (Rafsanzani Simanjorang)

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved