Breaking News:

Sisi Lain Megapolitan

Cerita Pilu Korban PHK Mudik Jalan Kaki Jakarta-Solo, Tetap Jalani Puasa di Bawah Terik Matahari

Maulana Arif Budi Satrio (38) warga Sudiroprajan, Jebres, Solo nekat mudik berjalan kaki dari Jakarta menuju Solo.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Siti Nawiroh
KOMPAS/LABIB ZAMANI
Cerita Pilu Korban PHK Mudik Jalan Kaki Jakarta-Solo, Tetap Jalani Puasa di Bawah Terik Matahari 

TRIBUNJAKARTA.COM - Maulana Arif Budi Satrio (38) warga Sudiroprajan, Jebres, Solo nekat mudik berjalan kaki dari Jakarta menuju Solo.

Keputusan itu diambilnya karena ia menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaannya pada 8 Mei karena wabah corona.

Dengan kondisi tanpa pekerjaan, Maulana Arif Budi Satrio berpikir tak akan bisa bertahan hidup di Jakarta dalam waktu yang lama.

Jalan kaki menjadi pilihan terakhir Maulana Arif Budi Satrio untuk pulang kampung ke Solo.

TONTON JUGA:

Maulana Arif Budi Satrio sebelumnya telah mencoba naik bus dengan membayar tiket Rp 500 ribu, namun yang dia dapat tak sesuai ekspektasi.

AirAsia Perpanjang Masa Berlaku Akun Kredit Bagi Jadwal Keberangkatan sampai 31 Juli 2020

"Saya mencoba naik angkutan umum, tapi sangat mahal, Rp 500.000 tarifnya. Terus yang datang bukan bus tapi Elf, dan penumpangnya melebihi kapasitas."

"Akhirnya saya minta uangnya. Paginya saya berangkat lagi pinjam kendaraan pribadi. Sampai di Cikarang harus balik, harus ribut dulu sama petugas. Saya tetap mengotot untuk pulang karena di-PHK tidak ada pendapatan, terus mau ke mana?" sambung Rio.

FOLLOW JUGA:

Lebih lanjut, Maulana Arif Budi Satrio menyatakan telah memulai perjalanannya sejak 11 Mei 2020 dari rumah kontrakannya berlokasi di Cibubur, Jakarta Timur, selepas salat subuh.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved