Breaking News:

Pemprov DKI Digugat Pengelola Golden Crown, Asphija: Nanti Kita Paham Aturan yang Benar

Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) menyebut hal ini bisa menjadi pembelajaran terkait pemahaman peraturan daerah.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Surat penyegelan hiburan malam Golden Crown dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di gedung Golden Crown, lantai 7, Glodok Plaza, Jakarta Barat, Sabtu (8/2/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Keputusan Pemprov DKI Jakarta mencabut izin tempat hiburan malam Golden Crown berbuntut panjang.

PT. Mahkota Aman Sentosa selaku pengelola tempat hiburan malam yang berada di kawasan Jakarta Barat itu bakal mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Rencana ini pun mendapat dukungan dari Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (Asphija) yang menyebut hal ini bisa menjadi pembelajaran terkait pemahaman peraturan daerah.

"Jika ada gugatan kami ikut saja, antara senang dan tidak senang. Senangnya, nanti kita jadi paham secara aturan siapa yang salah dan benar," ucap Ketua Asphija Hani Suryani, Selasa (19/5/2020).

Menurutnya, hal ini penting sebab para pengusaha tempat hiburan malam saat ini sedang dilanda kebingungan akibat sikap Pemprov DKI atau dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dianggapnya kerap terburu-buru dalam mengambil keputusan.

"Betul memang pencabutan itu sudah sesuai undang-undang karena ada laporan dari media massa dan warga. Tapi kan ini pemicunya giat BNN, kenapa tidak tunggu BNN sampai keluar rekomendasi atau surat keterangan apa yang terjadi di sana?" ujarnya.

Tak hanya tempat hiburan malam Golden Crown, Hani mengatakan, diskotek Black Owl juga menjadi salah satu pihak yang dirugikan dengan sikap terburu-buru Pemprov DKI.

Sebab, kedua tempat tersebut kini terpaksa ditutup lantaran surat Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) milik mereka dicabut.

"Teman-teman di asosiasi berpandangan dasar penutupannya dari rekomendasi, namun ini kan belum keluar rekomendasinya (dari BNN)," kata Hani.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved