Antisipasi Virus Corona di DKI

PSI : Imbas PSBB, Jumlah Penduduk Miskin di Jakarta Diprediksi Bertambah 42 Ribu Jiwa

Angka ini disebutnya, meningkat 12 persen dari total penduduk miskin di DKI Jakarta pada tahun 2019.

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Caleg DPRD DKI Jakarta terpilih, Eneng Maliyanasari di kantor DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jakarta Pusat, Senin (15/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memprediksi, jumlah penduduk miskin di DKI Jakarta bertambah 42 ribu jiwa.

Hal ini imbas dari penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sejak 10 April 2020 lalu.

"Akibat PSBB, diperkirakan jumlah kemiskinan absolut di Jakarta bertambah 42 ribu orang," ucap politisi PSI Eneng Maliyanasari, Rabu (20/5/2020).

Angka ini disebutnya, meningkat 12 persen dari total penduduk miskin di DKI Jakarta pada tahun 2019.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, total penduduk miskin di DKI Jakarta pada September 2019 mencapai 362 ribu jiwa atau 3,42 persen dari jumlah keseluruhan warga ibu kota.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta menerangkan, angka itu diperoleh dari hasil analisis yang dilalukan oleh pihaknya, dimana PSBB mengakibatkan 70 persen kegiatan ekonomi di ibu kota terhenti.

"Nilai kerugian ekonomi yang ditanggung per harinya mencapai Rp 3,66 triliun. Jadi, total selama PSBB perkiraannya mencapai Rp 153,7 triliun," ujarnya saat dilonfirmasi.

Selain itu, PSBB juga menyebabkan 504 ribu pekerja di DKI Jakarta kehilangan pendapatannya.

"Mereka ini sangat mungkin tergolong ke dalam kelompok miskin dan rentan miskin baru di Jakarta," kata Mili.

Selain berdampak langsung ke masyarakat, Mili menyebut, pendapatan Pemprov DKI dari sektor pajak yang hilang mencapai Rp 4,6 triliun.

"Pendapatan rumah tangga (RT) secara total juga turun Rp 51,7 trilun dan pendapatan (surplus) usaha turun hingga Rp 82 triliun akibat dari PSBB," tuturnya.

Besarnya angka kerugian dan penurunan pendapatan ini sendiri dikatakan Mili, tak terlepas dari mekanisme PSBB yang diterapkan oleh Pemprov DKI.

Menurutnya, selain tak bisa menhentikan penyebaran Covid-19, PSBB yang diterapkan Anies malah menghambat perekonomian di ibu kota.

"Untuk itu, agar (PSBB) efektif, perlu penyesuaian model PSBB yang disesuaikan dengan kondisi sumber daya Pemprov," tuturnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved