Breaking News:

Riena Tambunan Antara Maraton dan Komitmen

Kiprah Riena Tambunan di tanah air khususnya di ajang maraton patut di apresiasi.

Warta Kota/Alex suban
Larry S Barthlow bersama Gunawan Samiadjie, Project Director SuperBall Run 2020, dan Riena Tambunan, pelari Six Stars World major Marathon. 

TRIBUNJAKARTA.COM,TANGERANG - Kiprah Riena Tambunan di tanah air khususnya di ajang maraton patut di apresiasi.

Namanya semakin mencuat setelah menjadi race director atau direktur perlombaan "Jakarta Marathon".

Agenda itu diakui Asosiasi Maraton dan Lari Jarak Jauh Internasional (AIMS) serta Federasi Sosiasi Atletik Internasional (IAAF).

Riena sendiri menggeluti dunia olahraga maraton sejak tahun 2004. Namun kesukaannya terhadap lari dimulai sejak zaman Sekolah Dasar.

Di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), ia turut aktif sebagai siswi pecinta alam yang rutin mengikuti olahraga ekstrem yaitu panjat dinding serta olahraga lari di alam bebas.

Waktu berjalan, ia pun memilih maraton sebagai olahraga yang digemari. Riena rutin ambil bagian.

"Maraton adalah satu dedikasi dan komitmen. Saya suka dengan komitmen karea selalu ada dua arah. Misalnya, saya komitmen untuk latihan, saya harus luangkan waktu dan tenaga untuk latihan saya. Tapi di sisi lain saya menerima daya tahan yang lebih di tubuh saya dan juga saya mendapatkan disiplin baik di jadwal maupun di otot tubuh," ujar Riena kepada Warta Kota, Rabu (13/5/2020) lalu.

Hal lainnya adalah ketika berlatih rutin dilakukan, maka secara otomatis tubuh menjadi lebih kuat dan pola pikir terpengaruh dimana pikiran positif akan tercipta di dalamnya dan mengalahkan pikiran negatif.

Lantas sebagai pecinta olahraga maraton, Riena pun mempelajari dan ingin mengembangkan olahraga maraton di Indonesia.

Sebanyak 100 Jenazah Sudah Dimakamkan dengan Protokol Covid-19 di TPU Jombang Tangsel

Ayah Tiri Perkosa Anak Hingga Hamil, Korban Takut Diancam Hingga Melahirkan di Kamar Mandi

Dirinya rela belajar, mengikuti kursus, seminar pelatihan hingga ke luar negeri dan mencoba mempraktekkannya di Indonesia.

Berawal dari perlombaan kecil, lambat laun dirinya sukses menyelenggarakan beberapa lomba maraton yang penuh gengsi di Indonesia.

Pengalaman dirinya saat menjadi Direktur perlombaan ada di beberapa ajang antara lain Run for our children 2014, Shell Run, League Grip The Road, Shwll Helix Run, Run for Leprosy, dan The Mandiri Jakarta Marathon 2014 hingga tahun 2019. (WARTAKOTALIVE.COM/Rafsanzani Simanjorang)

Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved