Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Wali Kota Bekasi Tuggu Tiga Hari Kedapan, PSBB Diperpanjang Atau Relaksasi

Rahmat Effendi belum mau mengambil keputusan apakah Pembatasan Sosial Berskala (PSBB) diperpanjang

TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi belum mau mengambil keputusan apakah Pembatasan Sosial Berskala (PSBB) di wilayahnya bakal diperpanjang atau memutuskan relaksasi dari pandemi Covid-19.

Dia mengatakan, dalam tiga hari ke depan baru akan memutuskan seperti apa kelanjutan penanganan Covid-19 di Kota Bekasi menyusul, DKI Jakarta sudah memutuskan untuk memperpanjang PSBB.

"Tiga hari kedepan kita akan ambil keputusan apakah kita akan relaksasi dengan kondisi yang ada saat ini atau jika diperpanjang gak mungkin kita minta PSBB seperti yang sekarang, pasti kita minta peruabahan-perubahan apa yang harus kita lakukan," kata Rahmat, Rabu, (20/5/2020).

Untuk diketahui, PSBB tahap tiga di Kota Bekasi mulai berlaku sejak 13 Mei 2020 hingga berakhir pada 26 Mei 2020 mendatang.

Di tahap ke tiga ini, Wali Kota Bekasi mengklaim telah terjadi kelandaian kasus Covid-19 dengan meningkatnya pasien positif sembuh.

Hingga Selasa, (19/5/2020) jumlah pasien yang dirawat di rumah sakir rujukan hanya tersisa 35 orang. Adapun jumlah kelurahan zona hijau di Kota Bekasi mencapai 38 dari total 56 kelurahan.

"Insya allah-lah karena orang sudah jenuh, 3 bulan ekonomi sudah lumpuh pedagang kecil juga butuh hidup yang penting protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker dan juga handsanitizer," tegasnya.

"Makanya nanti tiga hari kedepan ini pasien mudah-mudahan tidak diketemukan lagi yang positif saya minta setelah tanggal 26 ada penyebaran semacam masker kepada masyarakat secara masif," terangnya.

Dia mengaku cukup optimis relaksasi dapat dilakukan melihat perkembangan kasus Covid-19 di Kota Bekasi yang telah menunjukkan tanda-tanda kelandaian.

"Optimis kalau kita pesimis kita gak bisa begerak gak bisa move on dan harus berani apapun risikonya saya yakin semakin kita berikan semacam penyesuaian terhadap kondisi yang ada tapi protokoler tetap dijaga," tegasnya.

PSBB yang sudah dilakukan sebanyak tiga tahap itu menurut dia sudah sangat optimal menekan penyebaran virus corona.

Polisi Ringkus Pencuri di Cilandak yang Bawa Kabur 2 Macbook Pro

Korban Kebakaran, Mutiah Akan Lewati Lebaran di Pengungsian

Bahar bin Smith Tempati Satu Ruang Tahanan Lapas Nusakambangan, Santri Cerita Tentang Penangkapan

"PSBB sampai tahap tiga ini kita lakukan tidak main-main, tentu hasilnya tidak 38 kelurahan bisa mendapatkan zona hijau," ucapnya.

"Artinya kita sudah maksimal begitu cepatnya kita mengeliminasi perkembangan yang ada sekarang tinggal 18 kelurahan masih zona merah, 35 pasien yang sedang dirawat mudah-mudahan saja mereka sembuh," tuturnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved