Lebaran 2020

Dirlantas Polda Metro Sebut Tadi Malam Adalah Puncak Arus Mudik Ilegal Lebaran

Tercatat sudah ada 377 kendaraan travel gelap yang ditahan dengan mengagalkan 2.225 pemudik yang tetap nekat

TribunJakarta/Elga Hikari Putra
Petugas mengecek deretan mobil travel gelap yang diamankan karena nekat membawa pemudik. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CENGKARENG- Meski sudah dilarang, masih banyak saja masyarakat yang tetap nekat mudik jelang Lebaran.

Mereka mengakalinya dengan menumpang travel gelap kendati harus membayar hingga dua kali lipat.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, malam tadi merupakan puncak arus mudik ilegal.

Dalam kurun waktu empat jam saja, petugas mengamankan 95 travel gelap dan memutarbalikan 4.000 kendaraan yang membawa pemudik.

"Tadi malam kurang lebih 4000 kendaraan kami putarbalikkan di Cikarang Barat saja. Dan itu rekor Operasi Ketupat selama 24 hari ini," kata Sambodo di Satpas SIM Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (21/5/2020).

Sambodo menyebutkan, hingga hari ini tercatat sudah ada 377 kendaraan travel gelap yang ditahan dengan mengagalkan 2.225 pemudik yang tetap nekat menuju kampung halaman.

"Tadi malam dengan sekitar 4 jam saja, kami mulai sekitar jam 8 malam sampai dengan Pukul 24.00 WIB, kami berhasil mengamankan 95 unit kendaraan terdiri dari dua unit bus, 40 minibus, serta 53 unit kendaraan pribadi seperti Luxio, APV, dan sebagainya," ujarnya.

Terhadap para kendaraan travel gelap itu pun dikandangkan hingga berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) lantaran melanggar Pasal 308 UU 22 Tahun 2009.

Sempat di PHK, 37 Pegawai Ramayana Depok Kembali Dipekerjakan Jelang Lebaran

5 RW di Kelurahan Ragunan Terima Bantuan 954 Paket Sembako

Masjid Istiqlal Dipastikan Tak Mengadakan Salat Idulfitri

Sambodo menegaskan, kegiatan mudik lebaran tetap dilarang hingga adanya keputusan lebih lanjut terkait masa pandemi Covid-19.

"Penindakan ini sekali lagi menegaskan larangan mudik dari pemerintah. Kalau ada yang mengatakan mudik diizinkan, itu sama sekali tidak betul," kata Sambodo.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved