Virus Corona di Indonesia

Kowani Bantu Ringankan Beban Korban Terdampak Covid-19 yang Belum Terima Bantuan dari Pemerintah

pembentukan PSBN Covid-19 dilakukan supaya bantuan untuk korban terdampak Covid-19 diberikan cepat dan te

Tayang:
Editor: Wahyu Aji
Istimewa
Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo bersama pengurus memberikan bantuan kepada pengurus Dewan Pimpinan Cabang Legiun Veteran Republik Indonesia Jakarta Pusat  di Sekretariat Kowani, Jakarta, Kamis (21/5/2020). Bantuan berupa sembako tersebut atas kerjasama BUMN dan BNI tersebut sebagai bentuk solidaritas membantu warga yang berdampak pandemi Covid-19. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kongres Wanita Indonesia (Kowani) membentuk gugus tugas yang dinamakan Panitia Solidaritas Bencana Nasional (PSBN) Covid-19.

Ketua Kowani Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan, pembentukan PSBN Covid-19 dilakukan supaya bantuan untuk korban terdampak Covid-19 diberikan cepat dan tepat sasaran.

"Kami punya program edukasi, sosialisasi, konseling bimbingan, bantuan tunai langsung (BLT) dan bantuan tidak langsung," kata Giwo saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2020).

Menurutnya, Kowani bekerjasama dengan sejumlah mitra seperti BNI, BUMN, Foodstation, Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan.

Selain itu pihaknya juga menggandeng Kitabisa.com menggalang dana untuk disalurkan kepada korban terdampak pandemi virus corona atau Covid-19.

"Seluruh dana yang masuk seutuhnya kami keluarkan sepenuhnya untuk disalurkan kepada yang berhak. Tidak ada yang digunakan untuk operasional atau transportasi," kata Giwo.

Giwo menjelaskan, bantuan hasil kerjasama berbagai pihak ini akan diaudit secara transparan.

"Kami salurkan kepada yang belum menerima bantuan dari pemerintah. Jadi kami juga bantu pemerintah menyalurkan bantuan, contohnya kepasa veteran, anak jalanan. Selain itu juga panti asuhan yang dinaungi yayasan-yayasan Kowani dan juga 97 organisasi Kowani untuk mereka salurkan lagi," katanya.

Selain itu, penerima juga diseleksi ketat.

"By name by addres. Kami minta KTP, foto tandatangan semua harus jelas. Karena kami tanggungjawab secara transparan," kata Giwo.

Lebih lanjut Giwo menjelaskan, pihaknya bergerak membantu bukan hanya saat masa pandemi saja.

"Bantuan kami juga bukan hanya BLT, tapi juga bantuan konsultasi korban yg langsung terdampak. Bukan cuma ekonomi, misalnya ada korban KDRT atau banyak yang kehilangan pekerjaan, kami bantu ikut mencari bagaimana solusinya," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved