Antisipasi Virus Corona di Bekasi

Pemkot Klaim Tingkat Reproduksi Penularan Covid-19 di Kota Bekasi 0,71

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus berupaya mempercepat penanganan kasus penyebaran virus corona

Shutterstock via Kompas
Ilustrasi virus corona 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pemerintah Kota Bekasi secara resmi membolehkan pelaksaan salat Idulfitri berjemaah di masjid-masjid yang berada di zona hijau kasus Covid-19.

Alasan penerbitan kebijakan ini menyusul telah melandainya kasus penularan Covid-19 di wilayah setempat, Pemkot mengklaim, tingkat reproduksi virus corona di Kota Bekasi berada di angka 0,71.

Kepala Bagian Humas Pemkot Bekasi Sajekti Rubiah mengatakan, penetapan wilayah zona hijau dilakukan berdasarkan monitoring dan evaluasi data penyebaran kasusu Covid-19 di Kota Bekasi.

Pertama kata dia, makin tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19 yang dirawat di berbagai rumah sakit. Kedua, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menurun.

"Serta bisa menjaga laju perhitungan reproduksi virus diangka 0,71 yang berarti di Kota Bekasi kemampuan virus ini menularkan pada orang lain adalah 1 kali (1 pasien positif mampu menularkan pada 1 orang)," kata Sajekti, Jumat, (22/5/2020).

Dia menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus berupaya mempercepat penanganan kasus penyebaran virus corona.

Diantaranya dengan melakukan tes massal baik rapid test maupun swab test melalui Polymerase Chain Reaction (PCR) secara masif.

"Ini membuat penanganan pasien di Kota Bekasi berjalan cepat dan ditemukan dalam kondisi yang belum parah,” ungkap Sajekti.

Adapun berdasarkan data di situs https://corona.bekasikota.go.id, angka kasus positif Covid-19 di hingga Kamis, (21/5/2020) mencapai 288 orang.

Halaman
123
Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved