Terungkap, 'Nikahan' Jadi Kode Ajakan Tawuran di Media Sosial

Jajaran Polsek Metro Menteng Jakarta Pusat berusaha mencegah aksi tawuran selama Ramadan 2020 dan seterusnya. Kode ajakan tawuran terungkap.

Net
Ilustrasi media sosial email facebook twitter medsos 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Jajaran Polsek Metro Menteng Jakarta Pusat berusaha mencegah aksi tawuran selama Ramadan 2020 dan seterusnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Guntur Muhammad Thariq, menyebut cara pencegahan tawuran yaitu memantau media sosial (medsos).

"Bukan hanya patroli di lapangan, tapi kami juga berpatroli di media medsos," kata Guntur, saat dihubungi, Jumat (22/5/2020).

Selama pemantauan di medsos, kata Guntur, pihaknya menemui kode 'ajakan tawuran'.

Satu di antara kode tersebut, 'nikahan.'

"Nikahan yang dimaksud mereka, yaitu tawuran. Jadi, mereka ini kasih kode 'nikahan' yang nantinya akan mengundang teman-temannya yang lain," jelas Guntur.

Karenanya, kata Guntur, jajarannya harus cermat ketika memahami ada gerak-gerik yang menimbulkan aksi tawuran.

Kapolsek Metro Menteng, Kompol Guntur Muhamad (kiri) dan AKP Gozali Luhulima (kanan) saat konferensi pers di kantor Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2019).
Kapolsek Metro Menteng, Kompol Guntur Muhamad (kiri) dan AKP Gozali Luhulima (kanan) saat konferensi pers di kantor Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2019). (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Dalam hal ini, Polsek Metro Menteng bekerjasama dengan unit Cyber Polres Metro Jakarta Pusat.

Begitu pun dibantu jajaran Polda Metro Jaya guna memantau pergerakan yang berindikasi aksi tawuran.

"Kami pantau 24 jam setiap ada gerak-gerik yang memprovokasi (tawuran)," jelas Guntur.

Sementara, Guntur menyebut tiada aksi tawuran sejak awal Ramadan 2020 hingga hari ini.

Terkhusus di wilayah Menteng, Jakarta Pusat.

"Waktu itu kan (ketua) geng Zwembath yang menjadi otak aksi tawuran beberapa waktu lalu sudah kami amankan," ucap Guntur.

"Jadi selama Ramadan ini kami mampu cegah tawuran di wilayah kami," tutupnya.

Polsek Metro Menteng Cegah Tawuran Antar Geng

Jajaran Polsek Metro Menteng menyiasati cara mencegah tawuran antargeng di wilayahnya.

Cara tersebut, yakni memantau media sosial (medsos) selama 24 jam, serta mengamati tiap akun yang dicurigai menimbulkan propaganda tawuran.

"Kami pantau terus media sosial, terutama akun yang dicurigai dapat memancing aksi tawuran," kata Kapolsek Metro Menteng, AKBP Guntur Muhammad Thariq, saat dihubungi, Jumat (21/5/2020).

Dalam hal ini, Polsek Metro Menteng bekerjasama dengan unit Cyber Polres Metro Jakarta Pusat.

Begitu pun dibantu jajaran Polda Metro Jaya guna memantau pergerakan yang berindikasi aksi tawuran.

"Kami pantau 24 jam setiap ada gerak-gerik yang memprovokasi (tawuran)," jelas Guntur.

Sementara, Guntur menyebut tiada aksi tawuran sejak awal Ramadan 2020 hingga hari ini.

Terkhusus di wilayah Menteng, Jakarta Pusat.

"Waktu itu kan (ketua) geng Zwembath yang menjadi otak aksi tawuran beberapa waktu lalu sudah kami amankan," ucap Guntur.

"Jadi selama Ramadan ini kami mampu cegah tawuran di wilayah kami," tambahnya.

Bos Geng Zwembath Pernah Rusak 2 Puskesmas

Sosok Upi, pelaku tawuran sekaligus bos geng Zwembath yang diamankan Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, kemarin (5/5/2020).
Sosok Upi, pelaku tawuran sekaligus bos geng Zwembath yang diamankan Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, kemarin (5/5/2020). (Polsek Metro Menteng)

Dalang tawuran di kawasan Manggarai, Jakarta Pusat, Luthfi alias Upi berhasil diamankan Polsek Metro Menteng, kemarin (5/5/2020).

Kapolsek Metro Menteng, AKBP Guntur Muhammad Thariq, mengatakan Upi pernah melakukan pengrusakan di Puskesmas Tambak dan Menteng.

"Pelaku ini kami kenakan pidana pengerusakan Puskesmas di kawasan Tambak," kata Guntur, saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2020).

Kanit Reskrim Polsek Metro Menteng, Kompol Gozali Luhulima, menyatakan Upi pun pernah merusaki kantor Puskesmas kecamatan Menteng.

"Pelaku ini juga pernah menjadi pelaku penyerangan di Puskesmas kecamatan Menteng," ucap Gozali, pada tempat terpisah.

Menurut Gozali, Upi merupakan pemain lama.

"Dia melakukan aksinya sudah lama. Tapi dia sering melakukan tawuran disertai kekerasan secara berulang," beber Gozali.

Bos Geng Zwembath

Wilayah perbatasan antara Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, Manggarai, kerap dijadikan lokasi tawuran oleh diduga warga setempat.

Satu dari antara kelompok yang kerap tawuran di sana adalah Geng Zwembath.

Lantaran meresahkan masyarakat, bos dari Geng Zwembath, Luthfi alias Upi ditangkap Polsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, kemarin (5/5/2020).

"Iya, benar. Kami telah mengamankan satu orang (bos Geng Zwembath)," kata Guntur Muhammad.

Mobil dan Kamar Jadi Lokasi Bercinta Zuraida Hanum dengan Pembunuh Hakim Jamaluddin

Ustaz Abdul Somad Sempat Sebut Ada Pengacara Kondang Mencarinya, Hotman Paris: Sampai Ketemu Nanti

KPK Sebut Rektor UNJ Diduga Minta Dekan Kumpulkan Uang THR untuk Diserahkan ke Pejabat Kemendikbud

Guntur menjelaskan, Upi merupakan sosok yang telah melukai warga Menteng saat tawuran yang terjadi di Manggarai.

 

Aksi Upi, kata Guntur, berhasil terekam di akun media sosial.

"Geng ini kerap mengunggah aksi tawuran dan teror di jalan raya dengan menggunakan senjata tajam," ujar Guntur.

Akibat perbuatannya, Upi dapat dikenakan Pasal 335 Ayat 1, tentang penganiyayaan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved