Lebaran 2020

Yuk Mengenal Perbedaan Metode Rukyatul Hilal dan Hisab untuk Penentuan Idul Fitri

Hasil pantauan rukyatul hilal ini akan menjadi satu acuan dalam sidang isbat sebagai penentu kapan datangnya Idul Fitri.

freepik.com
Ilustrasi 

TRIBUNJAKARTA.COM - Penentuan 1 Syawal 1441 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri berdasarkan sidang isbat yang digelar oleh pemerintah.

Pemerintah melalui Kementrian Agama RI akan menggelar sidang isbat untuk menentukan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah pada Jumat (22/5/2020) petang ini.

Sidang isbat ini akan diikuti oleh rukyatu hilal di beberapa titik pantauan di Indonesia.

Hasil pantauan rukyatul hilal ini akan menjadi satu acuan dalam sidang isbat sebagai penentu kapan datangnya Idul Fitri.

Sidang isbat tersebut juga akan mempertemukan para tokoh dan organisasi massa Islam untuk bersama-sama menetapkan awal Idul Fitri.

Tak setiap tahun sidang ini menghasilkan ketetapan yang disepakati semua peserta.

Pada beberapa tahun terakhir, ada beberapa kali organisasi massa Islam memiliki ketetapan berbeda dengan hasil sidang isbat.

Hal ini bisa terjadi karena dasar penentuan awal dan akhir sebuah bulan yang menjadi rujukan dalam kalender Islam adalah penampakan bulan sabit muda di atas ufuk.

Penyebutan bulan sabit muda itulah cukup populer setiap menjelang puasa dan lebaran, yaitu hilal.

Perbedaan dimungkinkan muncul karena metoda yang dipakai untuk menentukan penampakan tersebut berbeda.

Sejumlah kalangan berketetapan, hilal harus secara harfiah terlihat mata sesuai kriteria tertentu pada petang hari sebelum tanggal 1 penanggalan baru.

Halaman
12
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved