Mendag Sebut Panjangnya Mata Rantai Distribusi Bikin Harga Gula Meroket

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, mengungkapkan penyebab meroketnya harga gula pasir selama beberapa pekan belakangan

Lifealth
Gula 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto, mengungkapkan penyebab meroketnya harga gula pasir selama beberapa pekan belakangan.

Seperti diketahui, normalnya, gula pasir seharga Rp 12 ribu sampai Rp 13 ribu per kilogram.

Namun sejak pandemi Covid-19, terlebih memasuki Bulan Ramadan, harganya meroket menjadi Rp 18 ribu sampai Rp 20 ribu per kilogram.

Agus mengungkapkan, rantai distribusi gula dari produsen sampai ke penjual terlalu jauh.

Banyaknya distributor membuat harga produsen menjadi naik sedemikian rupa.

"Memang problemnya adalah di sini ada mata rantai yang panjang. Dari produsen ke distributor, satu distributor, dua dan tiga. Sehingga setelah masuk produk importir itu Rp 11.200, sehingga kalau mata rantai panjang, mencapai Rp 18 ribu," ujar Agus usai meninjau Pasar Modern BSD, Serpong, Tangsel, Sabtu (23/5/2020).

DOWNLOAD Kumpulan MP3 Takbiran Idul Fitri dari Ustaz Jefri Al Buchori Lengkap dengan Bacaannya

Pesan Gubernur Anies Baswedan Jelang Lebaran 1441 H di Tengah Pandemi Covid-19

Agus mengatakan, pihaknya tengah menyoroti rantai distributor itu, termasuk para produsen.

Jika ada yang ketahuan mempermainkan harga di tengah situasi sulit pandemi Covid-19, maka Satgas Pangan dari unsur kepolisian akan turun tangan.

"Memang Kemendag melakukan pengawasan untuk memantau dan melakukan penindakan apabila ada produsen distributor yang nakal memanfaatkan situasi pandemi Covid-19," ujarnya.

Termasuk mundurnya waktu impor dan penggilingan, juga berpengaruh terhadap naiknya harga gula.

"Pasokan dari pada gula impor memang jadwalnya agak mundur, karena pandemi Covid-19. Musim giling april lalu dan kini mundur sampai Juni," ujarnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved