Lebaran 2020

Ini Alasan Wali Kota Bekasi Izinkan Warganya Salat Id Berjemaah Walau Masih Pandemi Covid-19

Dia menilai, keputusannya mengizinkan salat id berjemaah didasari keyakinan kasus Covid-19 di Kota Bekasi sudah landai

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi di Masjid Al-Kautsar Pekayon, Bekasi Selatan usai menunaikan salat id berjamaah, Minggu, (24/5/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengizinkan warga yang tinggal di kelurahan zona hijau Covid-19, melaksanakan salat Idulfitri berjemaah di masjid, Minggu, (24/5/2020).

Sikap yang dikeluarkan Wali Kota Bekasi ini terbilang cukup berani, sebab hampir sebagian besar kepala daerah mengimbau warganya melakukan salat id di rumah guna menghindari risiko penularan.

Bahkan pemerintah pusat secara tegas menghimbau agar seluruh warga di momen Idulfitri ini tetap melakukan aktivitas ibadah di rumah.

Menanggapi hal itu, Pepen sapaan akrabnya ternyata punya alasan tersendiri. Dia menilai, keputusannya mengizinkan salat id berjemaah didasari keyakinan kasus Covid-19 di Kota Bekasi sudah landai.

"Ya karena saya yakin, bisa dilakukan bersama dan jamaahnya tertib serta hubungannya vertikal dengan Allah, ya saya yakin Insyaallah," kata Rahmat di Masjid Al-Kautsar Pekayon.

Menurut dia, jika grafik kasus penyebaran virus corona di Kota Bekasi masih tinggi, dia tidak akan berani memberikan izin warga di zona hijau menggelar salat id.

"Kalau kondisinya masih ratusan saya juga tidak berani, hari ini di bahas hasil rapid test isolasi ada 4 atau 5 orang itu di nyatakan negatif berarti tidak 12 orang lagi (pasien Covid-19 yang masih di rawat)," ungkapnya.

Jika nantinya ditemukan kasus baru akibat penyelenggaraan salat id berjamaah, pihaknya juga sudah melakukan segala upaya antisipasi.

Seluruh masjid saat melaksanakan salat id wajib menerapkan protokoler kesehatan berupa jaga jarak, wajib memakai masker serta dilakukan pengambilan sampel warga untuk dilakukan rapid test di tiap-tiap RW.

"Insyaallah, karena allah yang bisa memerintahkan pandemi itu. Kita hanya bisa berusaha menghindari dan juga mencegah," ucapnya.

"Bersyukur (di Kota Bekasi), di daerah lain masih berkutat dengan pandemi dan kita sudah selesai, (masuk ke fase) pelandaian," tegas dia.

Sebelumnya diberitakan, sedikitnya ada 1.000 masjid di wilayah Kota Bekasi yang hari ini menggelar salat id berjamaah di 51 kelurahan zona hijau.

Ketika Dokter Rayakan Lebaran Tangani Covid-19, Ribuan Kendaraan Pemudik Dipaksa Putar Balik

Intip Momen Lebaran Anies Bersama Keluarga di Rumah Lebak Bulus: Ini Unik

Rayakan Lebaran Ala Perawat RSPI: Tak Ketinggalan Menu Wajib Opor Ayam dan Ketupat 

Masjid-masjid di zona hijau satu hari sebelum salat id, sudah menerima distribusi bantuan handsanitizer dan masker untuk dibagikan ke jemaah.

Disamping itu, Pemkot Bekasi juga sudah mengambil sampel sebanyak dua orang untuk dilakukan rapid test di tiap-tiap RW yang berada di kelurahan zona hijau.

"Di tingkat RW-nya kami sudah melakukan rapid separuhnya dari rapid itu kemarin dinyatakan reaktif, tapi begitu masuk swab di Labkesda Kota Bekasi itu hasilnya negatif," kata Rahmat.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved