Lebaran 2020

Penjelasan Masjid Al-Kautsar Usai Jamaah Kecewa Tak Diperkenankan Masuk Akibat Belum Rapid Test

Pelaksanaan Salat Id berjamaah di Masjid Al-Kautsar, Pondok Pekayon Indah, Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi menuai kekecewaan.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Suharno
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Suasana pelaksanaan Salat Idulfitri berjamaah di Masjid Al-Kautsar Pondok Pekayon Indah, Kelurahan Pekayon Jaya, Kota Bekasi, Minggu, (24/5/2020). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Pelaksanaan Salat Id berjamaah di Masjid Al-Kautsar, Pondok Pekayon Indah, Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi menuai kekecewaan jamaah yang batal bergabung akibat dianggap belum rapid test.

Kiki, panitia salat id yang juga menjabat ketua RT08/01, Pekayon Jaya mengatakan, pihaknya tidak pernah melarang jamaah yang ingin bergabung salat id berjamaah.

"Jadi ini klarifikasi ya, jadi bukan enggak boleh salat di sini, (semua jamaah) boleh salat , syaratnya menunggu, karena dia belum di rapid test, di sini harus di rapid test," kata Kiki, Minggu, (24/5/2020).

Pihak panitia salat id Masjid Al-Kautsar memang melalukan penerapan protokol kesehatan ketat, jamaah yang diprioritaskan masuk ke dalam merupakan mereka yang sudah menjalani rapid test.

Cara Video Call Group 8 Orang via WhatsApp di Ponsel Untuk Silaturahmi saat Momen Idulfitri

Pada Kamis, (21/5/2020), pihak panitia melakukan rapid test jamaah masjid sebanyak 120 orang.

Rapid test ini digelar dengan mengundang jamaah yang berasal dari sejumlah RT di RW08 yang merupakan lokasi Masjid Al-Kautsar berdiri.

"Ini sebenernya masjidnya umum, cuma karena banyak pengurusnya dari RT05, RT06, RT07 dan RT08, itu sudah kita sosialisasiin ada rapid tanggal 21 kemarin," jelasnya.

Panitia salat id sudah membuat sosialiasi kepada setiap RT agar jamaah yang ada di wilayahnya dapat mengikuti rapid test tersebut.

"Karena jamaahnya Al-Kautsar itu ada di tempat lain, kita undang melalui RT, jadi mungkin mereka menggampangkan, oh bisa kok (tetap salat tanpa mengikuti rapid test)," terangnya.

Kiki menilai, jika ada jamaah yang merasa tidak tahu kalau pelaksanaan salat id hari ini jamaah yang diprioritaskan merupakan mereka yang sudah rapid test, bisa jadi ketua RT setempat tidak menyampaikan sosialisasi.

"Saya sudah bilang pak RT-nya, kalau masalahnya informasi enggak sampai ke dia salahkan RT-nya," tegas dia.

Sebelumnya diberitakan, seorang jamaah bernama Lusi kecewa lantaran, tidak bisa masuk ke dalam masjid akibat belum melakukan rapid test.

Lusi datang bersama tiga orang anaknya, dua orang putri dan satu orang putra. Mereka nampak sudah mengenakan mukena untuk siap menunaikan ibadah satu tahun sekali tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved