Hari Kedua Lebaran di Jakarta

Cerita Pedagang Bunga dan Air Mawar di TPU Karet Jakpus, Lebaran Tak Seramai Tahun Lalu

Dia bercerita, penghasilan berjualan bunga dan air mawar pada lebaran tahun ini pun tak sebanding dengan 2019 lalu.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat
Susana para peziarah dan pedagang di area TPU Karet Pasar Baru Barat, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Puluhan botol berisi air mawar berjejer rapi di atas meja kayu.

Botol-botol itu berdekatan dengan bunga-bunga mawar yang dibungkus dengan plastik putih.

Di dekatnya, duduklah Irmawanti (32), pedagang bunga dan air mawar di area tempat pemakaman umum (TPU) Karet Pasar Baru Barat, Jakarta Pusat.

Bagi Irmawanti, suasana lebaran Idulfitri 1441 Hijriah ini sangat berbeda dari tahun sebelumnya.

Tahun ini, Ibu Kota Jakarta dilanda pandemi virus corona penyebab Covid-19 sehingga berdampak pula dengan Irmawanti.

"Beda banget dari tahun lalu (2019). Lebaran sekarang suasananya sepi, tidak ramai kayak dulu," kata Irmawanti, saat ditemui TribunJakarta.com, di TPU Karet Pasar Baru Barat, Senin (25/5/2020).

Botol air mawar dan bunga mawar-melati yang dijual Irmawanti, di area TPU Karet Pasar Baru Barat, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2020).
Botol air mawar dan bunga mawar-melati yang dijual Irmawanti, di area TPU Karet Pasar Baru Barat, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2020). (TribunJakarta/Muhammad Rizki Hidayat)

Dia bercerita, penghasilan berjualan bunga dan air mawar pada lebaran tahun ini pun tak sebanding dengan 2019 lalu.

"Kalau tahun lalu, saya jualan misalnya dari pukul 07.00 WIB, lalu pada pukul 10.00 WIB dagangan saya habis semua," cerita Iramawanti.

"Kalau sekarang, air mawar dan bunga mawar-melati masih banyak ini," lanjutnya.

Pada kemarin (25/5/2020), tepatnya hari pertama lebaran, Irmawanti menyebut lebih sepi daripada hari ini.

"Kalau kemarin, malah lebih sepi dari hari ini. Kalau hari ini lebih mending-lah," ucap Wanita yang memiliki dua anak ini.

Selama pandemi Covid-19, Irmawanti hanya mampu mengumpulkan Rp 20 ribu per hari. Itu juga maksimalnya.

Irmawanti tak memiliki pekerjaan lain. Sang suami bekerja serabutan. Satu anak sekolah dasar kelas 4.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved