Breaking News:

Penangkapan Penganiaya Warga Depok

Penganiayaan Terhadap 4 Warga di Kota Depok, Polisi Amankan 18 Senjata Tajam

Akibat penganiayaan di Kota Depok, korban yang berjumlah empat orang harus menjalani perawatan di Rumah Sakit.

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Barang bukti belasan senjata tajam yang diamankan dari tangan pelaku, Selasa (26/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Polisi berhasil mengamankan tujuh pria berinisial DP (27), MA (33), JGP (28), BH (30), GTA (27), JJB (47), dan LP(46),  atas kasus penganiayaan yang terjadi pada Jumat (22/5/2020) empat hari yang lalu di Ruko Siliwangi Nomor 15, Pancoran Mas Kota Depok.

Diwartakan sebelumnya, akibat penganiayaan tersebut, korban yang berjumlah empat orang harus menjalani perawatan di Rumah Sakit lantaran menderita sejumlah luka bacok di sekujur tubuhnya.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah, mengatakan bahwa pihaknya juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari kasus penganiayaan ini.

Sejumlah barang bukti tersebut diantaranya adalah 18 senjata tajam berupa golok, hingga samurai.

Ini Sosok Pendamai Bentrokan Ormas dengan Organisasi Bela Diri di Bekasi: Terjun ke Masyarakat

"Ini kami amankan dari pelaku, hanya beberapa (sajam) yang digunakan pelaku untuk menganiaya korbannya," ucap Azis di Mapolrestro Depok, Pancoran Mas, Selasa (26/5/2020).

Tak hanya senjata tajam, polisi juga mengamankan kendaraan para pelaku yang terdiri dari satu unit mobil dan dua unit motor.

Azis menuturkan, penangkapan para pelaku ini juga berkat salah seorang korbannya yang mengingat nomor polisi kendaraan milik pelaku.

"Jadi korban mengingat nomor polisi pelaku, kami lacak kurang lebih tiga hari dan para peaku pun kami amankan dari beberapa lokasi yang berbeda," jelasnya.

Tiga Hari Lebaran, Empat Pasien Covid-19 Tangsel Dinyatakan Sembuh

Terakhir, Azis berujar seluruh pelaku terancam dijerat Pasl 170 KUHPtentang penganiayaan secara bersama-sama, dengan ancaman kurungan penjara kurang lebih lima tahun lamanya.

“Kepada pelaku kami sangkakan Paal 170 KUHP, dengan ancaman lima tahun penajra,” pungkasnya.

Penulis: Dwi Putra Kesuma
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved