Breaking News:

Persiapan New Normal di Jabodetabek

Fraksi PKS DKI Minta Jakarta Jangan Buru-buru New Normal, Gerindra DKI M Taufik Sepakat Jokowi

Konsep new normal yang digaungkan Presiden Joko Widodo menimbulkan reaksi berbagai pihak. Fraksi PKS dan DKI Jakarta berbeda pendapat soal new normal.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) memberikan keterangan didampingi Panglima TNI Jenderal TNI Hadi Tjahjanto (kiri), Kapolri Jenderal Pol Idham Azis (kanan), dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai meninjau kesiapan penerapan prosedur standar new normal (normal baru) di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (26/5/2020). 

Ketut menjelaskan, pembahasan new normal di antaranya meliputi batasan jumlah pengunjung dan pembelian tiket masuk secara online ketika Ragunan dibuka kembali.

Hal itu, kata dia, bertujuan agar pengunjung di Ragunan tidak membludak yang berpotensi terjadinya penyebaran virus Corona (Covid-19).

"Ini kan ragunan luasnya 147 Hektar. Dalam keadaan normal, 200 ribu pengunjung pun masuk. Puncaknya 2015, 230 ribu pengunjung," ucap dia.

"Untuk new normal ini kita belum tentukan bagaimana supaya lebih nyaman, tidak bejubel. Kita perlu kaji lagi," tambahnya.

Sejak 14 Maret 2020, Taman Margasatwa ditutup sementara demi mencegah penyebaran Covid-19.

Meski demikian, Ragunan kini menyediakan layanan tamasya secara virtual setiap hari Minggu melalui live Instagram.

Taman Impian Jaya Ancol Siapkan Langkah New Normal

Pertunjukkan premier flyboard barongsai di Atlantis Water Adventures, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (6/1/2020).
Pertunjukkan premier flyboard barongsai di Atlantis Water Adventures, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (6/1/2020). (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Pihak Taman Impian Jaya Ancol tengah mempersiapkan langkah-langkah memasuki tahapan new normal atau tatanan kehidupan baru di masa pandemi Covid-19.

Department Head of Corporate Communication Ancol Rika Lestari mengatakan, langkah-langkah tersebut tengah dibahas di pihak internal manajemen tempat wisata itu.

"Secara internal sedang dilakukan pembahasan persiapan itu," kata Rika saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Rabu (27/5/2020).

Pembahasan juga berfokus kepada persiapan jelang pembukaan secara bertahap tempat wisata di DKI Jakarta yang rencananya akan dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Rika memastikan bahwa Taman Impian Jaya Ancol akan mengeluarkan keterangan pers resmi apabila pembahasan internal sudah rampung.

"Nanti akan diinfokan dalam press release resmi," katanya.

Sebelumnya, pemerintah mengeluarkan panduan bagi dunia usaha untuk memasuki new normal setelah berakhirnya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) nantinya.

Seperti di Jabodetabek, hanya perusahaan di 11 sektor usaha yang boleh beroperasi selama masa PSBB.

Kendati demikian, pemerintah menilai, dunia kerja tidak mungkin selamanya dilakukan pembatasan, roda perekonomian harus tetap berjalan.

"Untuk itu pascapemberlakuan PSBB dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, perlu dilakukan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja seoptimal mungkin sehingga dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi Covid-19 atau New Normal," ujar Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto seperti dikutip situs Kemenkes.

Menkes menyatakan, dunia usaha memiliki kontribusi besar dalam memutus mata rantai penularan karena besarnya jumlah populasi pekerja dan mobilitas, serta interaksi.

Untuk itu, perlu ada upaya pencegahan penularan Covid-19 di dunia usaha.

Lebih lanjut, Menkes menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Belakangan, Pemprov DKI Jakarta berencana membuka kembali sejumlah obyek wisata dan tempat hiburan malam usai masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) berakhir pada 4 Juni 2020 mendatang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia mengatakan, nantinya pembukaan tempat hiburan itu bakal dilakukan secara bertahap.

"Nanti bukanya itu dipilih dulu bertahap, dicari yang risiko penularan paling sedikit dulu. Enggak sekaligus barengan," ucapnya, Senin (27/5/2020).

Anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini menyebut, kini pihaknya tengah menggodok regulasi terkait protokol pencegahan Covid-19 di tempat hiburan tersebut.

Hal ini dilalukan guna menyambut datangnya era normal baru atau new normal yang bakal diterapkan usai PSBB berakhir.

"Mereka harus punya protokol Covid buat masing-masing tempat wisata. Itu yang lagi dibahas," ujarnya.

Meski demikian, Cucu tak menjelaskan secara rinci, kapan obyek wisata dan tempat hiburan malam di Jakarta bakal kembali dibuka.

Sebab, sampai saat ini pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 DKI Jakarta yang berhak menentukan apakah PSBB kembali diperpanjang atau tidak.

"Wewenang untuk pelonggaran PSBB itu adanya di tim gugus covid. Dia yang menetapkan itu, karena mereka punya acuan kapan boleh dibuka atau tidaknya," kata Cucu.

Menurutnya, PSBB bisa saja dilonggarkan dengan catatan perkembangan kasus Covid-19 sudah bisa ditekan dan masyarakat bisa mematuhi aturan yang diterapkan.

"Kalau perkembangnya positif tentunya akan dibuka secara bertahap, baik itu tempat wisata ataupun tempat lain terkait pariwisata, seperti tempat hiburan malam," tuturnya.

"Jadi jelas banget mempertimbangkan kasusnya seperti apa, membaik atau tidak. Itu jadi kunci utama," sambungnya.

Anies Baswedan Belum Tentukan Buka Mall

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kunjungi lokasi isolasi mandiri di Gedung Kesenian Tanah Abang, Minggu (17/5/2020)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kunjungi lokasi isolasi mandiri di Gedung Kesenian Tanah Abang, Minggu (17/5/2020) (Facebook Anies Baswedan)

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan bahwa Pemprov DKI Jakarta belum menentukan kapan mal atau pusat perbelanjaan akan kembali dibuka.

Pernyataan ini, dilontarkan Anies menanggapi kabar bahwa mal di Jakarta akan kembali dibuka mulai 5 Juni 2020 setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) tahap ketiga berakhir.

"Jadi kalau saat ini ada yang mengatakan mal akan buka tanggal 5 Juni itu imajinasi, itu fiksi," ujar Anies dikutip dari kompas.com, Selasa (26/5/2020).

Persib Bandung Mulai Latihan Lagi Hari Ini, Begini Kondisi Para Pemainnya Menurut Rene Alberts

Update Rapid Test di Jakarta : 5.627 Orang Reaktif Covid-19

Muncul Petisi Bebaskan Siti Fadilah, Mbah Mijan Tegas Tak Sepakat: Justru Lebih Berbahaya di Luar

Tak Hanya Psikotropika, Lucinta Luna Didakwa Atas Kepemilikan Pil Ekstasi 

Anies mengatakan, bahwa sejauh ini belum bisa dipastikan kapan mall atau pusat perbelanjaan bisa beroperasi.

Sebab, pihaknya masih harus mengevaluasi PSBB jilid ke III ini.

Anies pun menegaskan, PSBB di Jakarta yang berlaku hingga 4 Juni 2020 bisa saja kembali diperpanjang sesuai kebutuhan.

"Bisa diperpanjang, bisa juga berakhir. tetapi bukan tergantung pemerintah, bukan tergantung para ahli, tergantung perilaku kita semua," ungkapnya. (TribunJakarta.com/Kompas.com)

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved