Breaking News:

Antisipasi Virus Corona di DKI

Khawatir Terjadi Gelombang Kedua Covid-19, Wali Kota Jaksel Imbau Pemudik Tunda Balik ke Jakarta

Marullah khawatir akan terjadi gelombang kedua (second wave) penularan virus Corona (Covid-19) di Jakarta

YouTube MJS WTC Jakarta
Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali, Lc., M.Ag. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengimbau warga yang sebelumnya mudik ke kampung halaman sementara tidak kembali ke ibu kota.

Sebab, ia khawatir akan terjadi gelombang kedua (second wave) penularan virus Corona (Covid-19) di Jakarta.

"Sementara tunggu saja di kampung supaya tidak terjadi second wave Corona," kata Marullah Matali saat dihubungi, Rabu (27/5/2020).

"Jadi tunggu dulu sampai kondisi membaik, setelah itu baru kembali ke Jakarta," tambahnya.

Jika ingin kembali ke Jakarta, Marullah mengatakan warga wajib memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

"Kalau mau ke Jakarta tentu ada mekanismenya, ada Pergub terkait SIKM," ujar dia.

Sebelumnya, sejumlah pengendara diminta berputar arah saat melintas di titik pemeriksaan atau check point Pasar Jumat, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (27/5/2020).

Pasalnya, para pengendara tersebut berasal dari luar Jabodetabek dan tidak memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Pantauan TribunJakarta.com, sekitar 20 petugas gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Suku Dinas Perhubugan Jakarta Selatan, dan Satpol PP berjaga di titik pemeriksaan.

Mereka mengamati pelat nomor kendaraan yang melintas di ruas jalan tersebut.

Jika terlihat pelat nomor yang berasal dari luar Jabodetabek, petugas akan memberhentikan kendaraan tersebut dan mengecek kelengkapan SIKM.

DKM Al-Muhajirin Bekasi Jelaskan Jemaah Anggota Keluarga Positif Covid-19 Ikut Salat Id Berjemaah

Tak Punya SIKM, 22 Pengendara dari Luar Jabodetabek Diminta Putar Balik di Check Point Pasar Jumat

Sempat Menyatakan Mundur dari Jabatan Sebagai Bupati, Sarkawi Kini Pikir-pikir

"Kita arahkan putar balik sekitar 22 kendaraan. Kebanyakan dari luar Jabodetabek ya. Dari Serang, Majalengka, Cimahi, Cianjur. Masing-masing daerah sekitar empat sampai lima pengendara," kata Wakil Camat Kebayoran Lama, Sidik Rwanda.

Untuk pengendara yang berasal dari Jabodetabek, jelas Sidik, petugas menginzinkan untuk melanjutkan perjalanan.

"Tapi harus tetap sesuai protokol kesehatan Covid-19, pakai masker, jaga jarak, dan lain-lain," ujar dia.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved